Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

13 Mei 2015

Tanggap pada Persaingan

"Ibu, saya tidak melihat ada guru  yang menemani anak-anak ketika mereka berada di plasa sekolah untuk menunggu jemputan atau dijemput. Dan sepertinya penjemput juga masuk dan berada di lokasi yang sama. Bagaimana kita dapat memastikan situasi seperti itu tetap terjaga kondusif?" Begitu pertanyaan saya suatu hari kepada seorang Kepala Sekolah. Saya ingin tahu bagaimana kira-kira tanggapan Kepala Seklah terhadap kondisi di halaman sekolahnya saat jam pulang sekolah.

Karena kebetulan sekali pada jam tersebut saya berada di lokasi guna ingin bersama teman-teman yang lain melakukan diskusi kelompok berkenaan dengan perkembangan sekolah swasta dan peningkatan daya saingnya di sebuah sekolah swasta juga. Maka pertanyaan sebagai tamu, ingin tahu saja bagaimana teman saya itu menanggapi atas situasi seperti itu. Walau saya akui bahwa pada saat itu ada seorang Wakil Kepala Sekolah berada di tempat penjemputan tersebut. Namun saya merasa itu tidak terlalu efektif. Bagaimana jika Ibu Wakil Kepala Sekolah itu ditemani sepuluh guru dari 30 kelas yang ada?

Lalu apa posisi guru dan Wakil Kepala Sekolah di lokasi tersebut pada jam yang saya sebutkan? Tidak lain adalah sebagai Guru Piket. Ini juga menegaskan bahwa pekerjaan profesionalisme guru tidak hanya berdiri di depan siswanya guna menyampaikan materi pelajarannya. Guru tidak sekedar sebagai pengajar. Guru juga adalah pendamping peserta didik manakala peserta didik berada di sekolah.

"Bentul Pak Agus. Karena kami punya Satpam." Begitu jawaban Ibu Kepala Sekolah kepada saya. Jawaban yang akhirnya membuat saya sadar bahwa tataran berpikir Ibu Kepala Sekolah kurang pada ssi pelayanan kepada peserta didiknya. 

Atas jawaban seperti itu, maka saya menyampaikan pernyataan atas jawabannya itu; "Di Indonesia Bu, siapa yang akan nurut dengan Satpam?" Maksud pernyataan saya adalah bahwa area sekolah harus menjadi kewajiban mutlak seorang pendidik. Maka menjada anak-anak di teritori pendidikan adalah juga menjadi ranahnya seorang pendidik.

Tetapi sebagai orang yang posisi saya sebagai teman, maka saya hanya menyampaikan kepada beliau bahwa jika pengawasan itu menjadi tanggung jawab penuh dari para guru piket yang ditemani oleh salah satu manajemen sekolah yang ada, pasti ini menjadi bagian paling bagus di mata para siswa dan orangtua siswanya. Ini akan menjadi berita bagus bagi sekolah tersebut. Dan berita bagus seperti ini pasti menjadi salah satu daya saing, menjadi pembeda antara sekolahnya dengan sekolah lain.

Dan memiliki pembeda, adalah soko guru bagi memenangkan sebuah persaingan. Dan memenangkan permainan serta daya saing, adalah energi bagi keberlangsungan sebuah lembaga yang bernama sekolah swasta. Semoga. Amin.

Jakarta, 13 Mei 2015.

Tidak ada komentar: