Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

15 Mei 2015

Rekrut Guru #1; Memilih Surat Lamaran

"Apakah sudah ada surat-surat lamaran yang masuk di web Pak Agus?" Begitu pertanyaan teman kepada saya saat kami bertemu untuk sebuah diskusi yang berbeda. Maka pertanyaan itu adalah pertanyaan di luar konteks dengan topik yang akan kami diskusikan. Saya memang meminta agar web sekolah memberikan 'kantong' khusus untuk para pengunjung menulis dan mengirimkan lamara kerja bila berkenan berkarir di sekolah kami. Dan alhamdulillah pada setiap bulannya kami telah mengumpulkan beberapa surat lamaran dari berbagai daerah.

"Alhamdulillah sudah. Beberapanya sudah di print dan dalam bentuk hard copy. Mungkin perlu sekali kita mempunya waktu khusus untuk memilih dan memilah surat lamaran dan cv dari para kandidat itu." Jawab saya. 

Dari beberapa lamaran yang masuk dan sudah di print out oleh bagian sekretariat, saya dan teman-teman dapat mengecek dan membolak-balik dari profil para pelamar. Dan untuk sisi pendidikan, hampir rata-rata anak-anak yang melamar di sekolah untuk berkarir sebagai guru atau sebagai staf administrasi, memiliki latar belakang pendidikan yang bagus. sebagian besar mereka lulus dari perguruan tinggi negeri di Pulau Jawa. Juga dengan nilai kumulatif yang lebih dari 03,00. Jadi tergolong bagus.

"Mengapa banyak dari para sarjana kita yang membuat lamarannya tidak dengan sepenuh hati? Diantaranya menggunakan jenis huruf yang standar dengan kata-kata yang seperlunya." Kata saya suatu hari kemudian disaat kami bertemu untuk berdiskusi tentang surat lamaran yang masuk.

"Maksud Bapak?" Tanya staf yang turut serta dalam membantu kami memilah surat-surat lamaran yang ada.

"Mestinya, dengan perguruan tinggi dimana mereka lulus, dan juga dengan nilai komulatif yang tidak standar, mereka mampu membuat dan menulis lamarannya yang menyiratkan kepandaian mereka?" Kata saya. 

"Bagaiamana kita bisa menebak seberapa pintar kalau lamaran dan cv yang dibuatnya bentuknya seperti ini?" Kata saya lagi kepada teman-teman yang ada di ruangan saya. Semua melihat surat lamaran ukuran A 4 yang ada di tangan saya. Semua fokus. Dan tampak sekali teman-teman itu sepakat dengan pendapat saya. Karena memang diantara lamaran yang ada terdapat pula lamaran dan cv yang dibaut dengan padat, jelas, informatif, rapi, dan sekaligus menarik.

Jakarta, 15 Mei 2015.

Tidak ada komentar: