Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

03 Agustus 2014

Memilih Guru Kelas

Ada yang belum saya sampaikan berkenaan dengan kesibukan awal tahun pelajaran baru, yaitu tentang pemilihan penanggungjawab kelas, yang untuk unit SD kami menggunakan guru kelas. Ialah yang bertanggungjawab penuh sepanjang satu tahun pelajaran untuk seluruh aspek peserta didik di kelasnya, yang jumlahnya rata-rata 25 peserta didik.

Lalu apa yang menjadi fokus dalam catatan saya ini? Tidak lain adalah faktor non teknis atas penentuan guru kelas dari keseluruhan guru yang ada di sekolah. Karena tidak semua guru yang tahun lalu menjadi guru kelas, maka tahun pelajaran ini harus juga menjadi guru kelas.

Sementara tidak banyak guru mata pelajaran yang belum menjadi guru kelas dapat serta merta kami beri tanggungjawab tambahan sebagai guru kelas. Oleh karenanya, jauh sebelum akhir tahun pelajaran berakhir, dari data yang kami dapat serta dari masukan berbagai pihak, kami menimbang-nimbang untuk menentukan pilihan teman-teman guru yang akan menjadi guru kelas di tahun pelajaran berikutnya.

Untuk guru kelas yang telah bertugas di tahun sebelumnya, data kinerja mereka pada posisi itu telah cukup bagi kami untuk mengajaknya berdiskusi dan menentukan posisi di tahun pelajaran berikutnya. Kesimpulan ini murni berbasis kinerja. Artinya, jika pada tugas sebelumnya memang harus banyak yang ditambal, maka kami akan memberikan posisi tersebut kepada rekannya yang lebih siap untuk menerima tambahan tugas tersebut. Demikian pula sebaliknya, jika selama tahun yang dengan posisinya itu ia berhasil membawa diri dan menempatkan diri sebagai manajer handal di tingkat kelasnya, maka tidak ada alasan bagi kami selain mendukungnya.

Bagaimana jika ada guru kelas yang kinerjanya kurang baik? Kemana ia harus kami posisikan di tahun pelajaran berikutnya? Dan siapa yang harus menggantikan posisinya?

Kepada mereka yang akhirnya tidak kami pilih sebagai guru kelas, maka kami akan menempatkan mereka pada posisi sebagai guru mata pelajaran yang sesuai dengan latar belakang keahliannya. Dan sebagai pengganti posisi guru kelas, kami akan pilih dari guru-guru mata pelajaran yang memiliki kematangan emosi dan sosial, serta kompetensi komunikasi yang baik.

Meski tidak ada keputusan yang kami ambil selain berdasarkan obyektifitas di atas, beberapa teman, tentunya yang akhirnya tidak menjadi guru kelas, selalu dan tetap mempertanyakan dasar keputusan kami. Tetap ada rasa ketidakikhlasan dari mereka atas keputusan kami. Dan ini kadang membuat kami berpikir bahwa, disitulah letak kekurangan yang harus mereka perbaiki. Yaitu tidak tahu atau tidak sadar bahwa ada yang kurang darinya dalam mengampu sebagai guru kelas.

Itulah lahan komunikasi kami yang harus menjadi fokus kepada teman dengan model seperti itu. Bahkan dialog dan diskusi terus berjalan pada waktu beliau masih pada posisi guru kelas. Dan itulah yang saya maksud dengan memberikan tambalan.

Itulah catatan akhir tahun pelajaran saya tentang posisi guru di sekolah. Semoga dengan ini saya sendiri tidak akan lupa.

Jakarta, 3.08.2014.

Tidak ada komentar: