Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

13 Agustus 2014

Bertemu Ahli AC di Kelas TK B

Sekitar pukul 10.00 siang itu, saya bertemu dengan 'ahli AC', pendingin udara, di dalam kelas TK B. Karena memang itulah yang terjadi saat saya datang untuk mengecek kondisi pendingin udara itu setelah menerima laporan sahari sebelumnya bahwa AC kelas tersebut ada yang tidak berfungsi dengan baik.

Pada saat laporan pertama kemarin, saya mencoba untuk mengecek remot AC. Maksudnya adalah untuk mengetahui apakah ada yang keliru dalam setting di remot tersebut. Namun ketika pasti bahwa setting remot dalam kondisi yang baik-baik saja, maka bagian teknisi segera mengecak kondisi out door. Ternyata ditemukan bahwa kompresor sering pada posisi on dan kadang off. 

Maka pada siang itu saya datang ke kelas untuk melihat kembali  bagaimana kondisi AC terkini. Mudah-mudahan, pikir saya, AC sudah dalam kondisi baik-baik saja setelah kemarin diberikan penanganan. Namun pintu kelas dalam kondisi terkunci.

"Bagaimana kondisi AC Bu?" Tanya saya kepada dua Ibu guru yang berada di dalam kelas tersebut.

"Masih belum masalah Pak sampai jam segini. Mungkin sebentar lagi Pak. Karena satu satu unit saja yang menyala." Jelas guru kepada saya setelah saya berhasil berada di dalam kelas. 

"Ini kelasnya tidak panas?" tanya saya mengejar.

"Sebentar lagi Pak. Nanti ketika pukul 11.00 pasti mulai terhentak. Buktikan saja Bapak ada di kelas kita sampai kami akan pulang nanti. Setelah itu, Pak Agus boleh berpendapat." Begitu Ibu guru berargumentasi. Takut kalau saya tidak percaya akan kondisi kerusakan.

"Sip Bu. Nanti saya tungguin sampai siang. Btw, itu pintu kelas mengapa harus dikunci?" Tanya saya tentag perihal yang lain.

"Iya Pak. Soalnya jagain supaya S*** tidak keluar-keluar Pak. Kalau pintu tidak dikunci dia keluar tanpa meminta izin. Makanya kita jadi bingung mencari dia dimana."  Jelas guru yag satu lagi sembari menunjuk anak yang bernama S***. Saya pun mengikuti jari telunjuk si guru dan menatap sosok anak didik kami yang memang luar biasa.

"Kemana S*** pergi ketika pintu kelas tidak dikunci Bu?" tanya saya lagi.
"Itu Pak, dia ikut mengecek kompresor AC yang ada di balik ornamen gedung di luar kelas." Jelas Ibu Guru. S***, anak yang sedang kami perbincngkan tampak tetap asik mengerjakan tugas yang diberikan guru. Namun sekilas saya melihat dia tidak dengan sepenuh konsentrasi mengerjakan tugasnya itu. Ia kelihatan sedang ikut serta mendengar percakapan gurunya dengan saya.

"Dia punya usul untuk AC kelas yang rusak Pak." Lanjut Ibu guru lagi.
"Baik. Terimakasih sebelumnya Pak Agus sampaikan atas usulan yang telah kami berikan kepada Ibu Guru. Sekarang Pak Agus mau ikut mendengar, apa usulan kamu untuk AC kelasmu yang rusak." Kata saya kepada S***.

"Harus diganti dengan AC **. Katanya. "Sebab, lanjut S***, AC kelas kita jelek Pak." kata ahli AC itu ketika tidak seorang temanpun di kelas itu yang tidak tenggelam kepada tugas yang diberikan guru.


Jakarta, 13 Agustus 2014.

Tidak ada komentar: