Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

31 Agustus 2014

Daya Saing Diri

Pada saat saya berdiskusi dengan seorang anak tentang daya saing diri, sesungguhnya saya sedang mengajaknya berpikir strategis bagi dirinya dimasa depan. Dimana kelas ia harus bersiap menjadi diri sendiri yang cekatan dan menjadi pemenang dalam kompetisi.

"Mengapa anak-anak muda itu harus berangkat kuliah, tekun membaca dan membuat catatan atas buku-buku pegangan yang menjadi referensi dari dosen, dan juga teliti dan tuntas atas tugas yang harus diselesaikan?" Kata saya mengawali diskusi di suatu pagi. Diskusi itu mengalir saja mengingat memang tidak dalam sebuah forum yang khusus. Selain itu juga bukan untuk mencapai sebuah ketuntasan pembelajaran. Jadi santai dan rileks.

"Supaya mencari kerjanya mudah Pak." Jawab anak itu. Meski pendek jawabannya, setidaknya saya bisa membaca akan arah hidupnya dimasa mendatang. Bahwa masuk dunia pendidikan dan mendapatkan predikat bagus adalah membuat anak tangga keberhasilan masuk di dunia kerja. Begitu kira-kira visi perjuangannya. Tidak ada yang salah dari semua yang dilakukan dan diperjuangkannya itu.

Kualitas

Pertanyaan berikutnya adalah "Apakah setelah masuk dunia kerja maka pada saat itulah maka proses mengejar kualitas diri dalam peningkatan daya saing pribadinya terus atau tetap berjalan atau berhenti?"

Ini yang masih belum pernah saya tahu besaran datanya. Tetapi jika saya masuk dalam sebuah lembaga dimana para pegawainya adalah mereka yang juga mengenyam dunia pendidikan sebelumnya,  tidak semua pegawai yang ada di dalamnya yang tetap memiliki etos kerja tinggi dan sekaligus etos meningkatkan diri yang juga tetap berkobar tiada putus.

Orang-orang yang tetap berupaya meningkatkan diri, yang menjadi minoritas di lokasi kerjanya itu, menjadi berbeda ketika waktu berjalan dua atau tiga tahun berikutnya. Dia menjadi berbeda pada spirit kerjanya, cara memandang dan sekligus menanggapi isu yang mengemuka di wilayah kerjanya. Juga berbeda dalam mengambil posisi sosial di konstelasi sosialnya.

Dan sebagai bagian darinya, saya selalu mengajak teman-teman di tempat kerja dan juga termasuk kepada anak muda itu, untuk terus waspada dengan perkembangan zaman, tentunya hanya dengan mengembangkan kapasitas diri. Dan inilah yang saya maksudkan dengan daya saing diri. Semoga.

Jakarta, 31 Agustus 2014.

Tidak ada komentar: