Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

15 Agustus 2014

Maaf, Ada yang Salah...

"Ada yang salah dari apa yang tadi kita sampaikan di halaman Pak." kata saya kepada teman guru setelah kegiatan luar kelas selesai. Ini berkenaan dengan kejadian verbal antara kami dengan salah seorang siswa kami di halaman sekolah pada siang hari itu.

"Apa Pak yang salah?" tanya teman saya. Pasti kebingungan dengan apa yang saya sampaikan itu. Karena memang kalimat saya yang tidak nyangkut pada konteks apa. Meski kejadian di halaman itu baru saja berlangsung beberapa jam yang lalu.

"Tentang kalimat yang kita sampaikan kepada seirang anak berkaus hijau tadi Pak." jelas saya mencoba mengingatkan teman terhadap satu peristiwa yang terjadi sebelumnya. "Bahwa kaus yang dikenakannya tadi ternyata bertuliskan TK dimana ia pernah bersekolah. Dan kita menyampaikan kekaguman kita bahwa kausnya yang di bangku TK masih muat ia kenakan ketika ia kini sudah duduk di bangku kelas lima sekolah dasar."

"Terus apa yang membuat itu salah Pak?" tanya teman saya masih juga belum jelas duduk perkaranya. 

"Yang salah bahwa, dia adalah anak sensitif tampaknya. Dan itu saya menyaksikannya sendiri ketika ia pulang sekolah. Dimana tas punggungnya dia bawa dengan meletakkannya di depan. Di dadanya. Mungkin itu upaya dia untuk menutupi kata-kata yang tertulis di kaus bagian depannya?" jelas saya lagi. Saya yakin pasti bahwa teman saya ini, yang selama satu tahun lalu menjadi guru kelas si anak tersebut, paham akan karakter dari anak itu.

"Benar Pak? Apakah Bapak juga mencoba bertanya tentang maksudnya membawa tas di dadanya?" kata teman saya. Rupanya ia meragukan akan kesimpulan yang telah saya sampaikan.

"Benar Pak sudah. Dan dia benar-benar tidak mau memberikan jawabannya. Justru beberapa menit sesudah pertanyaan saya itu, saya mendapatinya berada di depan cermin depan kelas satu. Jangan-jangan ia mencoba membaca apa yang tertulis di kausnya itu?" jelas saya lebih lanjut.

Pendek kata, saya belajar lagi untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kalimat yang tertuju kepada anak didik saya. Meski kalimat itu positif, nampaknya harus cermat dalam melakkan konteks dari kalimat tersebut. Juga harus melihat karakter si anak!

Jakarta, 15 Agustus 2014.

Tidak ada komentar: