Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

08 Agustus 2014

Hari Efektif (HE) Sekolah

Kami yang berada di sekolah, selalu akan menghitung hari-hari masuk sekolah sepanjang tahun pelajaran. Kalkulasi itu dimulai mulia dari pekan pertama masuk sekolah, bulan pertama, hingga hari terakhir, dimana seluruh peserta didik akan menerima laporan kenaikan kelasnya. Sekolah kami, dan seluruh sekolah di Jakarta, yang lima hari kerja dalam satu pekannya, berarti akan ada lima (5) hari efektif, disingkat HE, dalam satu pekannya. Itu jugalah yang kami lakukan sepanjang tahun pelaran 2014/2015 ini.

Termasuk di dalamnya adalah menentukan even spesial di tengah semesternya, dan hari akhir pekan yang akan kami lakukan sebagai hari penerimaan rapot tengah semester, yang kalau di sekolah kami akan kami selenggarakan dalam bentuk Konferensi Siswa. Juga, libur sekolah pada saat Idul Fitri, mid term, dan akhir semester.

Itu semua menjadi bagian dari perhitungan HE yang ada di sekolah. Tentunya termasuk sekolah dimana saya berada sekarang ini. Dan karena sebagai sekolah sawasta, maka kami harus menjadi beberapa pembeda antara sekolah yang kami kelola dengan sekolah setaraf lainnya. Keperbedaan ini, yang dalam terminologi kami kami menyebutnya sebagai diferensiator, adalah ranah yang memang kami yakini sebagai keunggulan. Termasuk diantaranya adalah jumlah jam pelajaran per pekan yang pasti lebih banyak dari pada ketentuan yang telah pemerintah gariskan. Memang ini berada di sisi kuantitas.

Pada sisi prosesnya, sebagai sisi dari kualitas, kami juga ingin menjadikannya pembeda. Dimana kami memandu semua teman-teman guru untuk  terus bersemangat sebagai pendidik yang full time dan on time, yang tidak hanya sebagai pengajar di dalam kelas. Itu semua, anara lain upaya yang kami lakukan. Termusk misalnya pada hari pertama masuk sekolah setelah libur. Kami tidak akan memulangkan siswa hanya setelah mereka mengakiri jabat tangan dengan teman dan guru misalnya, ketia hari pertama sekolahnya itu adalah setelah libur Idul Fitri.

Sebagaimana yang dilakukan oleh sekolah-sekolah tetanga kami. Dimana anak-aak hadir ke sekolah untuk berkumpul di lapangan yang ada, mendengarkan petuah dari guru yang pasti tidak mereka perhatikan karena antusiasme anak-anak bertemu temannya setelah libur sekolah sekian lama, lalu diakiri dengan jabat tangan. Anehnya, itu ada dalam hitungan sebagai hari efektif (HE) sekolah? Atau juga pada kegiatan-kegiatan yang lain, dimana anak hadir di sekolah dalam hitungan setengah hari namun dalam catatan kalender sebagai satu (1) hari efektif?

Itulah yang antara lain kami jadikan 'latihan' bagi teman-teman guru kami sebagai bagian dari menjabarkan makna etos kerja full time. Kami berharap semoga upaya ini selalu dimudahkan. Amin.

Jakarta, 8.08.2014.

Tidak ada komentar: