Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

21 Agustus 2014

"Kita ada di Lantai G ya Pak?"

"Kita ada di Lantai G ya Pak?" Begitulah kata seorang siswi kami yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak kelompok A. Seorang anak yang memiliki keistimewaan tersendiri dibanding teman-temannya di dalam kelas yang tetap dapat menikmati perjalanan proses belajar bersama guru-gurunya. Sedang ia, dengan energi yang dimilikinya, tidak bisa berada di satu tempat di dalam kelas secara biasa seperti teman-temannya. Maka ia akan menyusuri seluruh sisi yang ada di dalam kelas itu hingga bsan dan kembali ke tempat duduknya. Termasuk ketika gurunya, yang baru menyadari ketidakberadaannya di dalam kelas pada siang itu.

"Pak, tolong ajak siswi ini keliling sekolah. Supaya energinya tidak tersimpan." Demikian seorang guru menyampaikan permohonannya kepada saya ketika saya berada di lorong kelasnya itu. Dimana seorang Satpam baru saja menemukan anak itu didekat pintu administrasi sekolah.

"Siap. Jam barepa saya harus kembali bersaa anak ini?" tanya saya kepada guru kelasnya. Ini saya lakukan agar supaya saya dapat memperkirakan waktu yang harus saya habiskan untuk berkeliling sekolah. Karena keliling sekolah menjadi tugas pokok saya setiap hari. Mulai dari lantai paling bawah yang ada di sekolah sampai dengan lantai atas.

"Jam setengahduabelas!" kata Ibu guru itu.

Maka kami meluncur dari lantai satu sekolah menuju lantai yang ada di sekolah tersebut. Dan kebetulan pula bahwa jam dimana kami berkeliling itu adalah jam istirahat untuk siswa yang duduk di jenjang SMP. 

"Ini anak Bapak?" tanya seorang siswa yang duduk di kelas 8 ketika kami berada di lorong depan kelasnya. Dan teman-temannya pun antusias untuk mendekati kami dan menyapa anak kecil yang ada di samping saya.

"Bukan. Ini adik kelas kalian yang masih duduk di bangku kelompok A TK."  jelas saya kepada mereka dan semua anak-anak yang mengajukan pertanyaan yang sama kepada saya. Bahkan teman-teman guru pun menanyakan hal yang mirip seperti itu kepada saya. "Ini cucu Bapak?"

Perjalanan itu sempat terhenti agak lama ketika kami memasuki ruangan dimana ada seorang anak kelas 9 SMP yang sedang memainkan Drum. Siswi yang bersama saya itu langsung terbengong memperhatikan apa yang dilakukan oleh sang kakak. Hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk ikut serta bermain. 

Perhatiannya kembali beralih ketika saya membuka penutup piano, sehingga tut piano yag berwarna putih hitam dilihatnya. Dan untuk sementara waktu kami berhenti di ruagan itu. Siswi yang spesial itupun asyik memainkan tut piano dengan sembarang. Namun karena setiap tekanan jarinya menimbulkan bunyi-bunyian, maka ia semakin bergairah untuk terus memainkan alat musik itu tanpa memperhatikan lagi bunyi drum yang dimainkan oleh kakak SMP tersebut.

Aktifitas tersebut terhenti ketika siswa itu merasa sudah harus berpindah ke lokasi lain. Yaitu lokasi UKS yang berada di lantai bawah, yang kami menyebutnya sebagai basement. Di ruangan itu pula siswi tersebut terlihat ingin tahu dan mencoba semua yang dilihatnya. Mengukur tinggi dan berat badannya, melihat poster tubuh dan alat kesehatan yang tersimpan di lemari kaca. Serta bertanya banyak tentang apa yang dilihatnya kepada suster yang menunggu ruangan kesehatan tersebut.

"Ini lantai apa Pak?" tanyanya kepada saya ketika kami meninggalkan ruangan UKS tersebut dan naik tangga untuk kembali ke kelasnya.

"Eng... ini lantai bawah." jelas saya. Sengaja saya menghindari istilah basement sebagai penjelasan kepadanya.

"Bukan lantai bawah Pak. Ini lantai G." katanya mantap

Lantai G? Saya maklum saja dengan istilah yang digunakannya. Dalan pikiran saya tentu terbayang sebuah pertanyaan; dari mana istilah lantai G itu didapat dari seorang siswi yang baru berusia sekitar 4 tahun ini? Mungkin dari mal yang sering dia kunjunginya bersamakeluarganya? Mungkin dari lift yang sering digunakannya saat ia akan turun ke lokasi parkir kendaraan di apartemen tempat tinggalnya? Mungkin?

Jakarta, 21 Agustus 2014.

Tidak ada komentar: