Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

05 Agustus 2013

Mudik 2013 #7, Mudik Made in Indonesia?

Menjelang Idul Fitri ini, di berita ditampilkan tayangan tentang perjalanan mudik. Bagaimana riuh rendahnya prosesi perjalanan mudik itu, dengan berbagai sarana yang mereka sanggupi. Penyiar televisi memberitakan siaran langsung yang merupakan pantauan perjalanan mudik ini dari berbagai titik (macet), yang antara lain di Pantura, di daerah Nagrek, dan juga di Merak. Juga dae\ri beberapa daerah di luar Jawa.

Dan jalan darat di Pulau Jawa, tampaknya yang menjadi satu-satunya jalur jalan yang amat padat di Indonesia. Dan antara hiruk pikuk liputan tentang mudik ini, para penyiar masih mengemukakan bahwa mudik adalah khas Indonesia. Benarkah mudik hanya budaya khas Indonesia?

Sebagai salah satu yang menjadi bagian dari pemudik, saya sedikit keberatan dengan pernyataan dan konsepsi seperti tersebut. Keberatan saya bukan saja bermuara kepada bahwa saya adalah salah satu dari mereka yang masih memiliki akar di udik, sehingga mengharuskan saya untuk bersilaturahim dengan sanak dan handaitaulan di kampung halaman. Tetapi juga karena berdasarkan realita, pernyataan itu sungguh tidak benar.

Setidaknya inilah yang dikabarkan di media tentang bagaimana orang-orang yang tinggal di kota-kota harus pulang kampung ketika libur tahun baru Imlek di China:
Berita yang saya ambil dari; http://internasional.rmol.co/read/2013/02/02/96738/Arus-Mudik-Imlek-Mulai-Makan-Korban,-8-Orang-Tewas-Akibat-Bus-Masuk-Jurang-
Sekedar meluruskan, tanpa saya harus banyak mengemukakan argumentasi, bahwa budaya mudik tidak murni budaya asli Indonesia. Mudik adalah budaya untuk kaum urban dimanapun bereka berada di belahan bumi ini.

Jakarta, 5 Agustus 2013

Tidak ada komentar: