Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

18 Agustus 2013

Mudik 2013 #14; Ada Restoran yang Buka Hanya Satu Setengah Jam Saja!

Ini terjadi di lintas arus balik pada H+6, tepatnya pada hari Rabu, 14 Agustus 2013 pada jam pertama restoran atau warung makan itu buka. Lokasinya di daerah Pejagan, dekat pintu masuk tol Pejagan - Kanci.

Awal cerita, saya pada hari itu, saya memilih waktu untuk kembali ke Jakarta pada hari tersebut pada pukul 02.00. Ini karena, dalam pertimbangan kami, kami harus kerjar waktu sepagi mungkin untuk masuk Pantura di Jawa Barat, untuk menghindari kepadatan yang biasa terjadi di wilayah tersebut.

Alhamdulillah hitungan kami benar. Bahwa kami dapat menjalankan shalat Subuh di SPBU yang ada di jalan lingkar luar kota Bumiayu, Jawa Tengah tepat pukul 05.00. Dan kemudian melanjutkan perjalanan sesegera mungkin untuk menghindari efek kepadatan di Pantura Jawa Barat itu. Alhasil sampailah kami di Ketanggungan lebih kurang pukul 08.00.

Pada waktu itulah kami memutuskan untuk mencari tempat mampir, guna sarapan pagi. Syukur-syukur lokasi itu juga tersedia toilet yang bersih. Bukankah sejak keberangkatan dini hari tadi belum semua rombongan kami yang telah mandi? Juga untuk melaksanakan kewajiban lainnya yang sejak keberangkatn kami dari rumah orangtua di Purworejo tadi masih kami tunda.

Sampailah kami kepada sebuah warung makan yang bernama. Meski kondisi bangunan dari restoran ini belum banyak renovasi, sehingga antara brand warung makan dengan tongkrongan bangunannya secara kasad mata sedikit banyak tidak berkorelasi positif. Atau kalau dalam bahasa kami, dua kondisi itu adalah bentuk hubungan hubungan yang jomplang. 

Tapi tidak mengapa, kami masuk juga di rumah makan itu. Semua kursi penuh oleh pengunjung yang lahap-lahap menikmati pesanannya masing-masing, yang tersedia di meja makannya.

Meski, sekali lagi, tampak ruangan dalam yang masih sederhana dan bahkan masih terlihat betapa kurang bersihnya. Namun kami memilih satu meja yang ada di bagian dalam. Karena hanya di lokasi itulah yang masih tampak kosong. Pesanannya pun segera kami order.

"Mohon maaf Pak. Tadi saat kami sedang bersihkan untuk persiapan buka, para tamu sudah langsung masuk dan memaksa memesan makanan. Jadi kami belum sempat mengepel." Begitu penjelasan seorang pelayan ketika saya tanya tentang kondisi lantai warung yang belum bersih.

"Mohon maaf ya Ibu, nanti tidak bisa memesan tambahan." Begitu seorang pelayan yang membawa order kami. Tentu kami tidak berminat untuk memesan tambahan. Bukankah cukup masing-masing satu porsi bagi kami?

Rupanya apa yang disampaikan oleh pelayan berkenaan dengan tidak bisa memesan tambahan adalah karena stok seluruh makanan untuk jam buka, suguhan untuk kami adalah stok terakhirnya. Dan ketika 30 menit kemudian kami berada di warung makan tersebut, tentunya setelah selesai menyantap orderan kami, ada seorang petugas dari warung menempelkan pengumuman di depan warung HABIS.

Jakarta, 18 Agustus 2013.

Tidak ada komentar: