Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

12 Maret 2014

Perbandingan Teks

Menarik sekali membandingkan teks sejarah yang ditulis oleh orang yang berbeda. Meski ini bukan hal yang baru saya temukan. Namun saya benar-benar tertarik untuk mentatatnya di sini. Mungkin sekali ini terjadi karena teks yang saya baca adalah teks sejarah yang runtutan atau kronologi perjalanannya selalu sama, sehingga ketika saya ingin membacanya dalah satu topik kecilnya, menjadi tampak sekali perbedaan itu. 

Beberapa waktu  ini, saya sedang gandrung dan tertarik untuk membaca pegalan sejarah nasional, yang selain saya baca dari teks sejarah hingga buku putihnya, tak luput pula saya membcanya dari teks fiksi yang kebetulan memiliki setting waktu yag bersamaan dengan pada saat perjalanan sejaran tersebut berlangsung. Jadilah saya melihat diorama yang berbeda-beda. Tetapi tetap menarik.

Dan dari membaca itu, saya kemudian mengetahui tujuan  para penulis sejarah itu. Pada sisi ini, buat saya menarik sekali. Ada yang berusaha untuk tidak memperlihatkan semua yang terjadi pada masa tersebut, seperti misalnya dengan cara memenggal awal, atau tengah, atau akhir perjalanan sejarah tersebut. Tentu ini sebuah cara untuk mencapai tujuan yang bisa jadi ia sendiri yang mengetahuinya. Ada juga yang memang menguasai perjaanan pada sisi yang berbeda sehingga 'laporan pandangan mata'nya menjadi berbeda pula. Meski tetap memiliki titik kebersinggungan.

Bahira

Akan halnya dengan  bagian kisah yang ini. Ini adalah kisah yang jauh menjadi menarik ketika saya melihatnya dari buku yang berbeda. Dari buku yang ditulis oleh seorag yang asli Indonesia, dengan dua buku yang dialihbahasakan. Ketiganya menarik. Dan karena hanya pada satu titik yang saya coba ihat, maka dari dinilah saya benar-benar dapat menikmati apa dan bagaimana para penulis tersebut memaparkan kepada saya tentang sebuah peristiwa.

Pada satui titik ini pulalah saya dapat belajar tentang bagaimana penulis mengutarakan dengan gaya bahasa, atau dengan ketelitian, atau kehati-hatian sesuatu yang dia pelajari dari bahan riset kepada saya melalui tulisan di buku.  Dan meski bukan buku baru, tetapi informasi yang ditorehkan dalam narasi tersebut membuat saya merasakan adanya jarak waktu yang tidak begitu lama. 

Dari satu titik itu juga, saya dapat belajar tentang kejujuran. Karena ada penulis yang benar-benar merangkai hasil temuannya dalam kalimat-kalimat yang dia susun di dalam bukunya itu. Tidak terlalu banyak kata atau kalimat yag dibuat penulis dalam mengetengahkan informasi tersebut kepada saya.

Setidaknya itulah yang saya dapatkan dari beberapa halaman buku yang mampu saya baca beberapa waktu belakangan ini. Tentu, antara lain ini karena saya membaca sebuah titik dari buku yang berbeda. Itulah yang dalam catatan ini saya sebut sebagai 'perbandigan teks'.

Jakarta, 12 Maret 2014.

Tidak ada komentar: