Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

04 Maret 2014

Mensyukuri Anugerah di Bromo

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk menemani teman-teman yang akan ber-rihlah ke Jawa Timur. Ini yang saya maksudkan dengan mendapatkan anugerah. Karena kesempatan ini menjadi pengalaman kali pertama bagi saya jalan keluar kota mengunjungi distinasi wisat yang memang belum pernah saya datangi sebelumnya. Jadilah itu pengalaman pertama yang pastinya menyenangkan.

Meski dalam pengalaman tersebut ada beberapa yang kami alami diluar dari apa yang kami rencanakan semua. Yang pertama adalah adanya anggota rihlah yang harus mendapat asupan dari cairan infus di salah satu RSUD di daerah Tongas, Jatim. Dan juga adanya satu dari kami yang pada hari berikutnya harus kembali ke Jakarta lebih cepat untuk menghadiri pemakaman ayahndanya tercinta yang meninggal di pagi harinya.

Namun dengan dua pengalaman yang diluar rencana kami itulah yang membuat soliditas dan sikap tanggap dari para panitia pelaksana kegiatan menjadi terlihat. Dan dengan dua kejadian tambahan itu pulalah kami menjadi memiliki tambahan ilmu dan pengalaman.

Mengintip Matahari Pagi

Inilah momen awal yang ditunggu-tunggu pengunjung di Pananjakan I. Matahari terbit!
Inilah yang menjadi destinasi paling penting dan sekaligus paling ditunggu oleh seluruh rombongan. Tidak saja pada lanskap pemandangannya yang ingin dilihat oleh semua rombongan, tetapi juga perjalanan awal dari kemunculan matahari pagi.

Rombongan pengunjung asyik berfoto ria dengan latar belakang bukit indah.
Jadilah kami dari bandara langsung menuju desa Sukapura sebagai transit terakhir bagi bus-bus wisata yang membawa kami selama keberadaan kami di Jawa Timur tersebut. Saat itu waktu masih menunjukan sekitar  pukul 02.00 dini hari. Akan tetapi, suasana pagi itu di 'terminal' Sukapura sudah sibuk, antara lain oleh rombongan kami. 

Udara tentu jauh sekali berbeda dengan asal daerah kami berada selama ini. Oleh karenanya di pagi buta itu sudah banyak penawran dari para pedagang pakaian hangat seperti; jaket tebal, kaos kaki dan sarung tangan juga tebal, kupluk untuk penutup kepala yang tebal, juga slayer.

Deretan jeep angkutan pengunjung dengan latar bukit yang penuh dengan kabut.
Toilet adalah tempat pertama yang menjadi pilihan bagi kami begitu bus selesai parkir. Jeep dengan identitas nomor sesuai dengan bagian kami masing-masing, yang oleh panitia telah ditentukan dan tertera dalam buku panduan kami, belum menjadi perhatian.

Dan ketika waktu bergerak ke pukul 03.00, jeep-jeep dengan usia lebih kurang 35 tahunan itu bergerak secara berobongan menuju lokasi Penanjakan I, yang menjadi lokasi bagi kami, seluruh pengunjung, untuk mengintip 'bangunnya' matahari pagi. Tentunya dengan berbagai alat penjepret.

Bromo

Pemandangan dataran Bromo dilihat dari tepi kawah Bromo yang ada di atas.
Melihat kawah dari Gunung Bromo, adalah distinasi berikutnya. Di sinilah kami mengalami sendiri apa yag oleh teman-teman lainnya telah lebih dahulu datang ke tempat wisata ini, yang sudah di up load ke media sosial. Naik kuda dari tempat parkir jeep hingga tangga menuju kawah Bromo PP, berfoto ria di bukit Teletabis dan juga Pasir Berbisik. 

Terima kasih untuk semua kesempatan yang sudah saya nikmati.

Jakarta, 4.03.2014.

Tidak ada komentar: