Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

11 Maret 2014

'Membangun' Anak Tangga

Untuk istilah anak tangga bagi sebuah perjalanan kesuksesan seseorang, saya mengambilnya dari kolumnis asal Yogyakarta, Cak Nun. Dan saya merasa cocok serta pas menggunakan frasa anak tangga ini, untuk memberikan gambaran kepada seseorang yang berangkat menuju keberhasilan dalam karir. 

Itu juga yang saya saksikan dengan orang-orang yang berada di sekeliling saya. Termasuk diantaranya adalah teman-teman saya. Mereka begitu sibuk dengan agenda pengembangan dirinya. Tidak saja dengan menempuh sekolah dan kuliah untuk jenjang yang lebih tinggi, dan di tempat yang prestisius, tetapi juga pengembangan diri di lokasi non formal, atau bahkan dengan cara swadaya yang antara lain dengan membaca.

Aka adanya situasi yang demikian itu, saya merasa mendapat vibrasi positif dari mereka itu. Dan itu saya lakukan sesuai dengan apa yang saya bisa lakukan. Meski sejengkal, semangat itu menjadi bagian penting dalam ikut serta mengalir.

Kalau ada motivator yang mengatakan bahwa, sukses berangkat dari mimpi, barangkali itulah yang teman saya yakini,  jalani, dan perjuangkan. Misalnya, sebagaimana yang saya selalu lihat, dia selalu mempersiapkan diri untuk selalu sibuk dengan hal-hal yang berbau pengembangan diri. Juga selalu menjadi bagian individu yang begitu on time serta full time dalam mengemban tugasnya. Etos kerja inilah yang diyakininya sebagai bagian inheren dari ketercapaian apa yang ingin di raihnya di masa-masa berikutnya.

Sikap, keyakinan, dan etos kerja yang seperti itulah, yang menjadikannya sebagai anak tangga bagi ketercapaian mimpinya. Itulah yang saya maksudkan sebagai 'membangun' anak tangga.

Benar saja, ketika kami bertemu di beberapa tahun berikutnya, ia telah berada di suatu tempat kerja yang memiliki beban tugas lebih banyak. Hingga terus berkelanjutan. 

Mimpi Tinggalah Mimpi

Bagaimana dengan teman-teman lain yang juga punya mimpi menjadi apa yang diingini tetapi dalam mengejawntahkan tugasnya sehari-hari tidak melakukan sebagaimana dengan teman saya yang benar-benar melakukan tahapan 'membangun' anak tangga? Ya itulah yang terjadi. Mimpinya hanyalah tinggal mimpi. Karena pada realitanya kawan saya ini justru bukan semakin mendekat dengan apa yang diingininya, akan tetapi justru semakin menjauh dari apa yang diimpikanya. 

Jakarta, 11 Maret 2014.

Tidak ada komentar: