Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

09 Maret 2014

Komputer sebagai Fesyien

Belakangan ini saya mulai teracuni dengan istilah fasyien untuk pengguna komputer. Baik tablet atau lap top. Apa yang saya maksudkan dengan komputer sebagai fasyien? Ini jarena ada beberapa teman yang saya benar-benar kesulitan berkomunikasi dengannya kecuali dengan teleponan atau SMSan. Padahal di lokasi kerjanya terhampar alat komunikasi yang memungkinkannya untuk berhubungan dengan lingkungannya secara cepat, efektif, dan murah. Selulernya sendiri saya pastikan jika tidak menggunakan teknologi Android atau jaringan BB. Tetapi ya itulah kenyataannya. Seluler yang smart pun tidak mereka maksimalkan sebagaimana fungsi bawaannya.

Pada titik inilah kemudian kami berpikir adanya dua kemungkinan. Kemungkinanan yang pertama adalah ketidak mauan para pemegang smartphone itu untuk membeli paket internet yang ditawarkan. Alasan ini bisa jadi karena keterbatasan dana. Tapi dengan posisinya di lembaga yang dipimpinnya, apakah kemungkinan tersebut layak untuk saya kedepankan?

Kemungkinan yang kedua adalah karena adanya jarak antara kompetensi diasebagai pengguna dengan  seluler atau peralatan komputer yang ada dan dimilikinya. Kemungkinanan ini tidak lain karena masalah kegagapan teknologi. Meski tersedia tetapi tidak digunakannya.

Dan ketika datang kepada saya seorang teman yang bergerak di bidang perkomputeran, ia menyampaikan bahwa  ada sebagian besar orang, uatamanya yang sejak awal adalah mereka yang tidak mau ikut serta dalam kegairahan dalam menggunakan dan menikmati perkembangan teknologi komputer termasuk di dalamnya adalah jeringan internet.

Jangan ditanyakan kepada mereka bagaimana membuat deretan angka dari sebuah data menjadi deretan informasi yang mempu memberikannya pandangan bagaimana yang akan terjadi di kemudian. Ini karena ketidak mampuannya menyusun angka-angka tersebut dalam format apapun di dalam komputernya. Demikian pula dengan presentasi.

Hal ini, salah satunya, karena selama ini mereka dininabobokkan dengan semua bantuan yang begitu membuatnya merasa nyaman. Tampil sebagai presenter tanpa harus melakukan persiapan dari pikiran dan keterampilannya sendiri. Inilah bentuk rasa percaya diri yang semu. Kelihatan gagah dan pintar di depan, padahal tumpul dalam mengasah keterampilan membuat, meramu, dan mengutak-atik alat teknologi.

Karena mereka adalah pemilik alat-alat teknologi canggih tersebut namun buka sebagai pengguna yang aktif, menyebabkan alat genget yang dimilikinya hanya difungsikan sekitar kisaran 30 %. Inilah posisi yang oleh kawan saya sebut sebagai fasyien. Alat dan perlengkapan yang dimiliki dan ditentengnya, apapun bentuk dan ragamnya, tidak lebih baru sebagai fasyien.

Jakarta, 9 Maret 2014.

Tidak ada komentar: