Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

29 March 2013

Menuju Cirebon

Saya lupa dari mana datangnya ide agar perjalanan kami yang semula ke Bandung ber-15, harus berubah arah menjadi Cirebon. Namun dalam pertemuan itu, kami semua sepakat karena adanya pertimbangan yang menarik. Kami menginginkan perjalanan dengan kereta api, maka menuju Bandung dan menuju Cirebon, akan memakan waktu lebih kurangnya sama. Maka untuk membuktikan cerita teman-teman tentang Cirebon yang layak dikunjungi, menjadikan pilihan kami jatuh untuk menuju Cirebon.

Karena pilihan kami adalah one day trip, maka masalah beikutnya adalah bagaimana semua teman dengan sebaran rumah yang rata-rata di luar Jakarta, bagaimana sampai di stasiun Gambir sebelum pukul 06.00. Karena kereta Cirebon Ekspres pertama akan berangkat dari Gambir tepat pukul 06.05! Dan alhamdulillah, karena semua terjangkiti virus jalan-jalan, maka kendala itu mudah terlampaui. Semua anggota rombongan malah sudah berada di dalam gerbong kereta api 15 menit sebelum kereta beranjak dari stasiun.

Nasi Jamblang Mang Dull

Inilah lokasi pertama yang disajikan oleh pemandu kami. Makan nasi jamblang. Nasi yang disajikan di dalam piring rotan dengan alas daun jati serta lauk pauk yang menjadi pilihan kita. Pagi itu warung nasi Jamblang Mang Dul padat sekali. itu karena dalam waktu bersamaan selain rombongan kami ada juga beberapa rombongan yang sebelumnya memang satu kereta dengan kami. Jadilah selain seru menyantap nasinya, kami juga seru dengan atrian dan berebut tempat duduknya.

'Kuitansi' untuk nasi Jamblang yang saya makan.

Trusmi

Belanja batik menjadi bagian dari trip kami. Inilah destinasi yang begitu turun dari kendaraan, terutama kaum ibu, langsung menyerbu pajangan batik yang menyejukkan mata. Saya sendiri cukup memilih warna. Dari warna-warna yang menarik perhatian saya itu, lalu saya coba untuk melihat modelnya, dan setelah cocok langsung memilih ukurannya. Saya berpikir itu adalah cara yang efektif. Namun mungkin berbeda dengan para pembeli yang lain. Sehingga mereka relatif membutuhkan waktu lama untuk menentukan pilihannya.

Kegiatan produksi di sebuah toko batik di Trusmi, Cirebon.

Empal Gentong

Puas belanja batik, menjelang pukul 15.00, kami sudah berada di rumah makan yang menyajikan makanan khas yang lain, empal gentong. Dan ditambah dengan keinginan untuk melahap makanan yang tersaji, menu masih harus ditambah dengan sate kambing muda. Luar biasa. Pendek kata, tidak ada makanan yang harus tersisa di atas meja dimana rombongan kami berada.

Sebagai acara perjalanan kami yang terakhir adalah membeli oleh-oleh Cirebonan di pusat jajan yang menjadi pilihan dari pemandu kami. Itulah sekilas perjalan kami ke Cirebon pada akhir pekan lalu.

Group musik keroncong ini melepas kepulangan kami di stasiun Cirebon.
Jakarta, 29 Maret 2013.

No comments: