Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

31 Desember 2011

Catatan di Akhir Tahun 2011

Dalam penghujung tahun 2011 ini, saya mencoba untuk melihat ke belakang tentang apa yang telah menjadi sejarah perjalanan. Tentunya perjalanan saya pribadi yang mendapat amanah untuk mengelola sekolah dan membantu teman-teman untuk memberikan support terhadap pengelolaan lembaga pendidikan. Catatan ini saya maksudkan bukan sekedar untuk mengenang apa yang sudah terjadi dan berlalu, namun saya ingin dengan catatan ini, saya dapat melihat kembali nilai yang tertinggal dari jejak perjalanan itu di kemudian hari. Dan inilah yang saya maksud sebagai pengikat kebermaknaan perjalanan sejarah.

Mngingat perjalanan yang telah lalu tidak bermaksud untuk  mengikatkan diri pada bayang-bayang masa lalu. Namun justru sebaliknya. Dengan melihat sejarah sembari menengok ke belakang akan menjadi kekuatan bagi kita untuk dapat lebih optimal dalam mengarungi masa depan yang lebih baik.  Tentu dengan melihat nilai-nilai positif yang dapat diambil.

Nilai Tambah

Inilah yang kali pertama menjadi niat saya dalam mengemban amanah mengelola sekolah dari pemilik lembaga. Tentu bersama teman-teman yang menjadi komunitas, maka pengembangan secara terus menerus dalam kerangka menambah nilai tambah adalah visi perjalanan kami. Pengibaran bendera 'nilai tambah' ini untuk menghindarkan diri akan jebakan rutinitas. Karena bagi kami dan saya khususnya, ketika rutinitas telah mencengkeram perjalanan kita, maka seluruh perjalanan atau setidaknya sebagian besar darinya akan terkooptasi. Dan ini harus secara sadar dihindari.

Bagaimana melahirkan nilai tambah yang terus menerus kami nantikan itu? Tidak lain adalah dengan menyambung silaturahim dengan sesama teman atau juga sesama lembaga yang berkecimpung di area yang sama. Silaturahim dapat kami jalani melalui teknologi yang dapat kita gunakan sehari-hari seperti internet, atau juga kunjungan. 

Dengan tetap dan terus menyambung silaturahim, kita akan selalu terperanggah dengan apa yang telah dan sedang dilakukan teman seperjalanan kita. Dan peristiwa seperti ini sering sekali akan membuat kita terinspirasi untuk mencoba atau untuk napak tilas. Meski dengan terhuyung kala menapaki perjalanan teman itu, namun itulah proses pembelajaran yang harus ditempuh oleh siapa saja yang menginginkan penambahan nilai.

Tantangan 2012

Banyak hal yang menjadi tantangan dalam perjalanan saya. Namun dari sekian banyak tentangan yang berawal dari hambatan tersebut, secara esensi saya menemukan bahwa simpulnya berada di dalam diri saya sendiri. Hambatan dan tantangan itu memang ada yang dikontribusikan oleh pihak eksternal namun semuanya bermuara dari dalam diri sendiri.

Karena sesungguhnya ada beberapa rencana yang sudah saya tuangkan dalam tulisan, konseptual, yang apik bukan kepalang, namun pada saat operasionalisasi semua itu tumpul. Bahkan ada diantaranya yang mati sebelum tahap mencoba dimulai. Maka pada saat perenungan seperti sekarang ini saya melihat kerapuhan daya juang yang menjadi hambatannya. Oleh karena itu apakah jujur jika saya melempar itu semua kepada pihak lain? 

Dan saya terus berharap di tahun 2012, adalah tahun keberanian. Yaitu berani untuk mencoba setelah berani membuat konsep dalam bentuk tulisan. Dan sebelum menjadi berani mencoba, semoga saya lebih dahulu berani mengkomunikasikan kepada teman sekomponen. Karena dengan berani berkomunikasi, maka konsep telah menjadi sosialisasi, dan ketika konsep telah tersosialisasi maka itu berarti keberanian melangkah secara bersama dapat segera menjadi realita.

Maka dalam artikel ini, saya bermohon agar Tuhan selalu memberikan kepada saya dan teman-teman, kami, kekuatan, kemudahan dan keberkahan. Amin. Dan 2012, masa depan, adalah sebuah panorama cakrawala yang memberikan pilihan penglihatan dari Yang Maha Segala...

Jakarta, 30-31 Desember 2011  .

Tidak ada komentar: