Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

08 Desember 2011

SMS Penipu, Jangan Mudah Kaget!

Mendapat SMS dari penipu di nomor hand phone, tampaknya sudah bukan menjadi peristiwa aneh. Setidaknya ini yang saya alami berulang kali. Saya katakan tidak aneh, karena  kasus SMS penipu ini sudah menjadi kejadian umum yang menimpa hampir semua orang yang punya nomor telepon seluler. Jadi, lumrah bukan?

Misalnya saja SMS yang saya terima dari nomor yang tidak saya kenal berikut ini: nomonya adalah +6287808074962, dengan SMS seperti ini: Transfer ke Mandiri aja a/n Irwansyah no rek 1570003169472, klo sdh dtrf sms ke no ini ya!SMS ini telah saya hapus bersama SMS yang saya menganggapnya tidak penting.

Atau juga dengan kalimat yang berbeda Dan tentunya dari nomor yang lain pula. Meski saya sendiri tidak tahu persis apakah ini merupakan 'serangan' dari penipu yang sama. Karena memang dari nomor yang baru saya terima. Begini bahasa yang digunakan;
SELAMAT!!! anda
M'dptkan hadiah
Rp50jt dr KUKU
BIMA ENERG!
diundi tadi mlm
TVone pkl.23.30
U/info hubungi:
Ir.H.PURWANTO
085696087459
Pelaksana:
SIDOMUNCUL

SMS kedua saya iní saya terima pada hari Senin tanggal 21 Nopember 2011 pukul 05:52, dari nomor telepon +6282191532549. SMS tersebut diatas memang dengan susunan paragraf, kata dan kalimat yang persis sama sebagaimana dengan apa yang saya terima di hp saya.

Atau SMS yang saya terima pada Jumat, 11 Nopember 2011 pukul 01:48 dari nomor telpon +628981555281, dengan kalimat seperti ini;
Selamat,anda men_dptkan hadiah
TABUNGAN HAJI
Rp.100juta dari
HUT-INDOSAT
Diundi tdi mlm
Di SCTV
pkl 23:30 wib.
U/Info Hub:
085694666066
Ir.H.SOFIANZA

Atau rengekan minta kiriman pulsa seperti iní;
Ma,isi dl pulsa 20rb nmr
ini 085282424278.
SMS ini saya terima pada hari Rabu, 9 Nopember 2011, pukul 07:43, dari nomor telepon +628989438451..


Jangan Mudah Kaget

Dalam bahasa Jawa ada istilah untuk ini. Yaitu ojo kagetan. Jangan mudah kaget. Ini pelajaran yang merupakan kearifan daerah. Saya katakan demikian karena setidaknya inilah yang pernah saya dengar dari Bapak saya, sebagai nasehat. Maksudnya, bila kita menerima atau memperoleh informasi dari siapapun dan dari manapun tentang sesuatu hal, maka langkah pertama yang harus menjadi standar adalah agar kita tetap 'sadar'. Sadar akan lenyap dari karakter kita manakala kta langsung terkaget. Biasanya setelah kaget, akan ada perasaan terkesima. Nah, beberapa saat setelah terkesima inilah kita menjadi termakan. Oleh karenanya, hidup di zaman yang semakin semrawut seperti saat ini, ada baiknya petuah nenek moyang agar tidak mudah kaget dan terkesima benar-benar menjadi bagian dari hidup kita.

Dengan mengambil standar sikap tidak mudah kaget, tidak mudah percaya, dan tidak mudah terkesima, dapat menjadi tameng pada diri kita, dan sekaligus menjauhkan diri kita dan keluarga kita  kepada tipu daya para penipu yang berprinsip hidup anti keberkahan Ilahi. Semoga. Amin.

Jakarta, 8-13 Desember 2011

Tidak ada komentar: