Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

02 Februari 2016

Antara Citra dan Fakta #2

Ini masih tentang kelanjutan dari fenomena pekerja, yang dengan kebanggaannya membuat citra yang bagus untuk tampil maksimal ketika berada di area publik. Visi utamanya di area itu tidak lain adalah dikenal sebanyak mungkin orang. Dikenal karena 'profesionalnya', dikenal karena pandainya mengemukakan banyak gagasan yang cermerlang, dikenal karena pengetahuannya yang luas. Dan beberapa diantara orang-orang yang mengenal dirinya akan melihatnya itu sebuah kesempurnaan yang menginspirasi. Paling tidak itulah asumsi beberapa orang yang mengenalnya di ruang publik. Pendidik profesional.

Dan itu semua pada tataran pencitraan yang ada dalam pemahaman saya. Sebuah sosok pendidik yang ideal. 

Namun begitukah yang menjadi sosok sesungguhnya dalam tataran kehidupan nyata? Mungkin kita perlu mengenalnya lebih dekat lagi. Atau mengenalnya dalam kurun yang lebih lama lagi. Ini untuk memberikan tenggat buat kita agar dapat menemukan unjuk kerja atau pola hidup yang benar-benar nyata.

Perlu pula melihat perjalanan karir dan persahabatannya dengan teman satu kantor atau satu lokasi kerjanya. Atau bila mungkin, mengunjungi apa yang sebenarnya yang ia sedang jalani dalam hidup sehari-hari di dunia nyatanya. Karena dengan ini kita baru akan menemukan sejauhmana inspirasi yang memang selayaknya kita terima.

"Apakah Pak Agus mengenal dengan baik dengan Pak Itu?" Begitu salah satu pertanyaan konfirmasi yang saya dapat di sebuah kegiatan keguruan. Dan menjawab dengan apa adanya. Karena sungguh saya mengenalnya dengan begitu baik.

"Saya bermaksud membawa teman-teman dari sekolah dimana saya membantunya untuk dapat mengunjungi dan berdiskusi dengan beliau. Sekaligus ingin melihat bagaimana penerapan konsep yang beliau kemukakan dalam forum-forum pelatihan. Kami sungguh ingin belajar. Karena saya mendapat kesan bahwa sekolah beliau adalah sekolah yang begitu kompetitif." Begitu teman saya memberikan argumentasinya.

Saya tentu menjadi buntu kalimat. Sulit melanjutkan percakapan. Saya hanya memberikan kepadanya alamat dan no seluler yag dapat mereka hubungi...

Jakarta, 2 Februari 2016.

Tidak ada komentar: