Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

16 Februari 2016

Peduli Sekitar

Kemarin baru saja kami dibuat tersentak atas penemuan makhluk hidup di ruangan yang begitu dekat dan akrab keberadaannya dengan kami sehari-hari ketika jam kantor. Dan ini penting menjadi catatan saya karena ada tiga hal. Pertama, karena kelurahan dimana sekolahan kami berada, warga yang terserang BDB oleh sebab nyamuk, menduduki ranking tertinggi di Kota Madya. Kedua, yang menemukan makhluk hidup itu adalah perangkat Puskesmas. Dan ketiga, sekolah kan lokasi dimana anak-anak berada di pagi hingga siang hari?

Itulah jentik nyamuk. Makhluk hidup yang saya maksudkan. Dan ini membuat kami semua harus mawas diri betapa kami selama ini kurang terlalu peduli dengan lingkungan terdekat kami. Ini tidak lain karena jentik nyamuk itu kami temui di pembuangan air dispenser yang ada di ruang kerja kami. Dan berita ini menjadi 'tranding topic' dalam perbincangan kami selama satu hari kemarin.

Ini tidak lain karena wadah pembuangan air itu setelah dibersihkan kemudian di foto oleh atasan kami dan kemudian foto itu diunggah di ruang bersama. Dan kami semua bertanya-tenya dari dispenser yang mana wadah pembuangan air itu berasal. Dan semua boleh saling menebak-nebak.

Dan masing-masing tebakan tidak ada yang pas benar dengan apa yang disampaikan dalam grup bersama. Karena masing-masing tidak menyangka kalau wadah pembuangan air dispenser tersebut adalah salah satu dari yang terdapat di ruang kerja kami! Dan informasi inipun menjadi penutup dari tebakan dan jebakan pertanyaan yang disampaikan ketika gambar wadah pembuangan air itu di up load. 

"Mungkin itu dari dispenser yang ada di ruang kita." Demikian kata salah seorang dari kami yang ada di ruang guru lantai 3. Tetapi komunitas yang ada di lantai itu segera mengecek kebaradaan wadah pembuangan airnya. Apakah ada di tempat atau tidak. "Tetapi wadahnya tetap berada di tempatnya. Jadi tidak mungkin sebagaimana yang di dalam foto?" Kata yang lain dengan argumentasi membela diri.

Dan benar saja, baru saja kami selesai berdiskusi milik ruangan siapa wadah pembuangan air dispenser itu, datang pesan dari atasan kami;

Bapak Ibu, jentik nyamuk itu kami temukan di wadah pembuangan air dispenser yang ada di ruang Bapak dan Ibu Guru. Ini tidak mungkin terjadi bila kita semua menjadikan lingkungan kita sebagai bagian dari perhatian kita bersama. Tidak saling mengandalkan kepada teman sebelah untuk membereskan apa yang ada di lingkungan kita. 

"Jadi dispenser ruang guru mana Pak?" Begitu salah satu teman saya ngotot ingin mengkonfirmasi. Tetapi tidak ada jawaban yang jelas dari atasan kami. 

Dan sekarang, kami selalu waspada dengan genangan air,  meski itu hanyalah setetes...

Jakarta, 16.02.2016

Tidak ada komentar: