Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

11 Februari 2016

Kandidat Pengganti

"Apa yang harus lakukan Mas ketika teman-teman di bagian operasional sulit untuk melakukan ekskusi atas apa yang telah disepakati sebagai program kerja?" Demikian antara lain keluhan atau curahan hati teman karib saya ketika menghadapi masalah di tataran operasional di lembaga dimana ia harus menjadi bagian pembuat kebijakan.

Karib saya itu tiba-tiba mengadukan suasana hatinya yang benar-benar di puncak kejenuhan setelah bertahun-tahun menjadi penanggungjawab kebijakan di bagian pendidikan sebuah lembaya yang mengelola pendidikan formal di Jakarta. Kejenuhannya semakin menjadi ketika banyak sekali apa yang sudah digariskan bersama di tataran kebijakan untuk diimplementasikan dalam kerangka kerja di lapangan tetapi tidak bisa jalan juga.

Kejenuhan yang menjadi memuncak ketika masyarakat seperti semakin menjauhi apa yang dolakukan di lembaga pedidikannya dengan terlihat dari animo mereka untuk menjadi bagian di kala penerimaan siswa baru. Semakin tahun, secara signifikan sejak 4 (empat)  tahun belakangan ini. Berharap yang tinggi dengan program kerja yang berdiversifikasi untuk kembali menarik perhatian masyarakat luas, tetapi jeblok dalam implementasinya.

Sebab inilah yang menjadikannya datang kepada saya dan mengadukan kesedihannya. berbagi kisah sulit.

"Bagaimana saya harus memulai dengan kenyataan seperti ini? Dari mana saya mengajak teman-teman di sekolah untuk berangkat menuju perubahan?" lanjutnya kepada saya. Alhamdulillah, sejak saya menyimak apa yang menjadi masalahnya saya sedikit mendapatkan gambaran akan lebar dan luas masalahnya.

"Kepada siapa Anda berharap agar program kerja yang dibuat diimplementasikan di lapangan?" Tanya saya kepadanya. Sembari menatap halaman kertas yang saya tulis berkenaan dengan program-program yang dianggapnya unggul dan mampu menjadi sisi yang deferensiasi sekolahnya.

"Yang pertama dan utama ya pasti kepada manajemen sekolah. Kepada Kepala Sekolah dan wakil-wakilnya." jelasnya dengan mantaf.

"Berapa persen atau berapa banyak, jika dinilai dari skala penilaian 1-100, terhadap keterlaksanaan program tersebut?" Kata saya mencoba mengejar jawabannya supaya dengan begitu, saya bisa 'menarik' logikanya kepada apa yang ingin saya sampaikan.

"Kalau ada beda yang besar dan sulit ditingkatkan harapanmu, maka sebaiknya sekolah mencari kandidat yang baru."

Jakarta, 11.02.2016

Tidak ada komentar: