Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

10 April 2015

Sertifikasi Guru #8; Peran Pengawas

Berkenaan dengan kejujuran akan data yang berasal dari sekolah dalam hal sertifikasi guru, saya menganggap peran Pengawas Pendidikan adalah pilar utamanya. Ini tidak lain karena Pengawas Pendidikan juga adalah bagian dari Guru Sertifikasi dalam Jabatan yang juga harus memiliki data profesionalisme yang lengkap. Maka keberadaan Pengawas Pendidikan untuk melakukan pengecekan, atau verifikasi atas kebenaran data di lapangan (baca: sekolah), adalah vital adanya.

Struktur Kurikulum dan Jadwal Pelajaran

Saya sedang membayangkan apa yang dapat saya lakukan untuk keperluan verifikasi data yang utuh dan jujur di suatu sekolah ketika saya hadir di dalamnya sebagai Pengawas Pendidikan. Konsepnya adalah; tidak ada ketidakjujuran yang sempurna. Atau kalau dalam pernyataan terakhir Kepala Sekolah sebelum mereka benar-benar mengirimkan data on line  (memencet tombol YA) ke Dapodik Depdikbud, adalah rekayasa. Lalu apa modal saya?

Pertama, adalah data sekolah yang terkirim di Dapodik. Saya harus mempunyai data atau dokumen yang akan saya verifikasi ketika saya datang ke sekolah yang menjadi obyek verifikasi tersebut. Tentu setelah ini saya datang dan berada di sekolah obyek tersebut. 

Kedatangan saya ini tentunya menjadi bagian dari pelaksanaan tugas saya untuk melakukan pengawasan, pengayoman, dan tentunya pendampingan ke arah kebaikan. Untuk itu apa yang sedang saya jalankan tersebut sebagai bagian penting bagi pelunasan kewajiban saya untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi bukan?

Kedua, adalah meminta struktur kurikulum dan jadwal pelajaran di sekolah. Ini juga dilengkapi dengan tinjauan lokasi sekolah sekaligus menemui guru-guru yang ada di kelasnya ketika melaksanakan pembelajaran. Dengan ini saya juga dapat memastikan berada jumlah rombongan belajar di sekolah tersebut dan sekaligus menemukan kecocokan data yang telah dikirim kepala sekolah ke Dapodik dengan realitas di lapangan. 

Kegiatan ini pasti menjadi sumber informasi bagi saya untuk memastikan siapa saja guru yang berhak memperoleh tujangan sertifikasi di sekolah tersebut. Sehingga tidak akan ada guru yang kurang jam tatap mukanya di kelas memperoleh tunjangan sertifikasi karena kekurangannya mendapat sumbangan dari guru muda yang belum tersertifikasi atau dari guru honor di sekolah tersebut. Atau praktek lain yang menjadi trik umum di sekolah, yang pada intinya adalah rekayasa data.

Ketiga, mungkin setelah saya selesai melakukan verifikasi dan memastikan bahwa data yang saya verifikasi sudah valid, maka saat berpamitan dengan kepala sekolah ada baiknya jika saya menyampaikan bahwa, kejujuran data yang dibuat oleh guru, kepala sekolah, dan semua perangkatnya, adalah pintu gerbang bagi keberkahan ketika APBN mngucurkan tunjangan sertifikasi tersebut. Semoga.

Jakarta, 7-10.04.2015.

Tidak ada komentar: