Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

14 April 2015

"Kami dari Pagi Pak"

Sedikit tidak enak ketika ada permohonan di dalam forum rapat sebuah sekolah agar pelaksanaan rapat tidak perlu memakan waktu lama  sehingga rapat-rapat yang diselenggarakan hingga kumandang azan magrib. Dan permohonan itu mengisyaratkan agar rapat dapat berlangsung hingga jam kantor usai.

Mengapa? Karena rapat yang harus mengundang nara sumber dari luar sekolah itu hanya bisa berlangsung mulai pukul 15.00, dengan menyesuaikan waktu yang ada pada nara sumber. "Usahakan dapat dimulai seusai jam makan siang Pak. Karena kami sudah ada di kantor sejak pagi." Begitu permohonan yang terlontar sebelum rapat benar-benar ditutup oleh moderator yang berasal dari sekolah.

Sebagai nara sumber dalam diskusi tersebut, saya hanya senyum. Tidak ada komentar. Justru moderator mencoba memberikan konfirmasi dengan kata-kata bijaknya; "Baik Bu. Untuk pertemuan berikutnya kami coba diskusikan dengan Pak Agus kapan kira-kira waktu yang pas. Sehingga dapat berlangsung sejak pukul 12.00." Dengan komentar terakhirnya itu, rapat dibubarkan. dan semua peserta rapat meninggalkan ruang rapat.

Saya dan teman-teman yang masih berkemas-kemas dengan komputer presentasi serta peralatan lainnya, mencoba mendiskusikan pertemuan berikutnya sebagai bagian dari usaha yang digagas Yayasan pengelola sekolah tersebut untuk mentransformasikan diri. "Bagaimana kesan pertama Pak Agus? Apakah satu sesi cukup untuk memberikan gambaran kepada Bapak kemana dan bagaimana perjalanan yang harus kami tempuh? Karena sesi pertama ini berisi manajemen sekolah Pak." Kata salah seorang pengurus Yayasan yang menggagas atas semangat transformasi ketika melihat fenomena penurunan minat masyarakat terhadap sekolahnya. 

Saya sebagai orang luar dan diminta membantu menuju jalan yang diinginkan bersama, banyak belajar dengan pertemuan kami di sesi pertama tersebut. Sesi yang juga memberikan kepada saya tentang nuansa atau aroma mana saja yang dapat menjadi domain transformasi lembaga tersebut. Namun demikian saya menahan diri untuk menyampaikan penilaian karena ini memang masih dan baru pertemuan tatap muka pertama. Saya membutuhkan pembuktian yang berupa fakta di sesi dan pertemuan diskusi selanjutnya.

Jakarta, 14.04.14

Tidak ada komentar: