Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

04 Maret 2015

Kreativitas Mencari Nafkah

Kunjungan saya kali itu bersama dengan teman-teman zaman sekolah dulu sungguh banyak sekali memberikan manfaat buat kami selain memang tujuannya kebersamaan. Dan manfaat bagi saya sendiri atas kepergian saya dan teman-teman itu disebuah kota yang sekarang sedang in menjadi tujuan wisata bagi penduduk Jakarta selain kota Bandung, harusnya juga dibarengi kreativitas Pemerintah Daerahnya dan juga seluruh warganya untuk 'sadar wisata'. Ini karena sejak kunjungan saya kali pertama hingga kunjungan terakhir saya kalai itu, kota yang saya kangeni dengan kuliner dan batiknya itu sedikit terganggu oleh dua hal penting; PKL dan pengemis.

Dan tampaknya, semakin hari, dua hal yang lumayan sekali membuat image sebuah daerah menjadi kumuh dan seakan tidak memberikan sambutan yang baik buat kami para pengunjungnya itu, semakin bertambah dalam berkontribusi terhadap ketidaknyamanannya. PKL dan para pengemis, terus tumbuh dan berkembang di daerah tujuan yang akan kami kunjungi, meski tiket masuk daerah wisata tersebut naik sesuai dengan harga ke lokasi 'indah' dan 'bermakna' lainnya. Sungguh dua hal yang benar-benar mulai mengusik. PKL dan pengemis seperti dua komoditi yang tidak tersentuh oleh pekerjaan pemerintah daerah. Mengherankan!

Walau demikian, ada juga cara mengais rezeki yang tergolong kreatif. Seperti ketika kami tiba di sebuah lokasi wisata, dimana banyak sekali 'juru foto' yang selalu mengincar keberadaan kami. Ini mengingatkan saya ketika saya bersama anak-anak saya datang ke sebuah gedung disaat kegiatan perpisahan sekolah.  Para 'juru foto' itu berlomba menemukan sudut jepreten paling asyik. Mungkin karena melihat kami yang datang secara berbondong mengenakan pakaian seragam sehingga para 'juru foto' itu mudah sekali dalam mengenali kami. Tapi ini model dan cara mencari rezki yang tidak mencitrakan aura negatif bagi pengunjung di sebuah lokasi wisata.
Kreatif dan sungguh-sungguh. Hebat! Semoga berkah. Amin.

Dan ketika kami berada di sebuah distinasi berikutnya, ternyata foto-foto kami yang tadi di jepret sudah ada di halaman depan dimana kami keluar. Dan cukup dengan lima ribu rupiah, kami sudah memiliki dokumentasi sebuah  foto. Sebuah kenangan yang sekarang jarang kami punyai selain dalam bentuk digital.

Jakarta, 4 Maret 2015.

Tidak ada komentar: