Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

04 January 2009

pelatihan guru

Memberikan pelatihan kepada guru dan karyawan yang ada di dalam lembaga sendiri adalah sebuah kewajiban yang hampir selalu saya lakukan. Meski itupun ada pasang surutnya. Karena hanya melalui jalan seperti inilah saya dapat ‘memperlihatkan’ kepada kolega tentang apa, seperti apa, mengapa, dan bagaimana sekolah yang kita impikan tersebut dapat kita wujudkan bersama.

Namun diantara kegiatan sekolah yang berlngsung dari Senin hingga Jumat, ada hari-hari kosong, seperti saat liburan atau bahkan saat akhir pekan, saya diminta memberikan pelatihan kepada teman-teman yang ada di tempat lain. Namun selalu saya melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh teman tersebut. Saya menghindari untuk menyampaikan tentang apa yang saya sendiri belum pernah mengalaminya. Karena jika hal ini tetap saya lakukan, maka pelatihan hanya mengarus kepada apa dan mengapa. Tentang bagaimana saya akan mengalami kesulitan untuk menyampaikannya.

Kesyukuran saya ketika berada di tengah teman-teman yang ada di tempat lain adalah tentang eksistensi saya. Dimana saya merasakan bahagia karena memiliki teman yang berada di tempat-tempat yang mungkin sebelumnya tidak terbayangkan oleh saya ketika pada awal tahun saya menjadi guru. Ini juga yang kadang saya sampaikan kepada anak-anak dan istri saya. Bahwa sebagai orang yang berprofesi guru, saya bangga. Dan bangga itu lahir dalam batin dan lahir saya. Dalam batin mungkin kesyukuran dan rasa percaya diri tentang pilihan saya sebagai guru. Sedang dalam lahir saya akan menampilkan bahwa saya sebagai guru. 

Untuk yang kedua, saya pernah memiliki pengalaman yang unik sekaligus inilah gambaran tentang masyarakat kita dalam memandang orang lain. Kisahnya kurang labih begini: Saat perjalanan antara Jakarta-Balik Papan. Setelah kami menyelesaikan makan yang disajikan pramugari, maka kita bertiga yang duduk dalam satu deret saling berdiskusi tentang kekayaan alam yang ada di bumi Indonesia. Dan dalam diskusi ini kita saling menyampaikan pandangan dan pengalamannya. Demikian pula saya, sebagai bagian dari penumpang yang duduk pada posisi paling kiri dalam satu deret tersebut. Diskusi berujung pula pada saling menanyakan jatidiri masing. Dan ketika giliran saya untuk mengutarakan jatididi saya bahwa saya adalah guru, maka diskusi berikutnya berlanjut tanpa memperdulikan saya sebagai peserta diskusi. Saya diam. Dan mencoba menyibukkan diri dengan membaca koran yang tersedia di pesawat tersebut.

Kesyukuran lain yang tidak akan pernah saya lupakan untuk selamanya adalah kesempatan saya untuk melihat dan mengunjungi bumi Allah. Melihat kekayaan dan pesona alam yang ada di sebagaian Indonesia. Meski belaum seluruh daerah Indonesia pernah saya kunjungi. Padahal untuk melakukan ini, saya membutuhkan energi yang tidak sedikit. Mengapa? Karena pada saat pelatihan yang padat dan biasanya dengan waktu luang yang tersedia amat sedikit, saya harus tunggang langgang untuk mengunjungi daerah baru yang manakjubkan.

Tempat-tempat yang khusus yang Allah telah berikan kesempatan kepada saya dan membawa kesan mengagumkan bagi saya antara lain saat saya bermalam di Swarga Bara yang ada di Sangatta, juga ketika harus kedinginan yang amat sangat ketika berada di Alahan Panjang karena tiadanya pakaian penghangat yag kurang saat kendaraan yang saya tumpangi mengalami kerusakan di roda kiri bagian depan, atau juga ketika berakhir pekan di Ngabang Kabupaten Landak. Atau tempat-tempat yang yang juga tidak kalah mengagumkannya.

Kesyukuran lainnya adalah saya selalu mendapatkan energi baru sepulang dari ‘berlibur’ ditempat dimana teman-teman saya bertugas tersebut. Karena setiap saat saya akan selalu mendapatkan kisah heroik dari para guru. Tentang bagaimana merialisasi impian mereka menjadi sebuah kenyataan. Atau tentang bagaimana menjadi kreatif di tengah keterbatasannya. 

Jakarta, 14 September 2008.

No comments: