Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

30 Mei 2016

Menemani 'Perubahan' Guru #23; Mendorong Keberanian

Dalam sebuah perubahan yang memang harus dilakukan di tataran operasional di lembaga pendidikan formal swasta, sering sekali terhambat oleh kapasitas tingkat kenekatan atau keberanian pimpinan di lapangan. Misalnya saja pada hal yang berkenaan dengan absensi. Maka sulit bahwa tingkat keterlambatan atau ketidakhadiran teman-teman guru di kelas dengan tepat waktu atau bahkan sebelum waktu memulai mengajar di jam pelajaran yang ada.

Ini karena kehadiran seorang guru menjadi titik utama bagi keberhasilan di mata pelajaran yang diampunya. Keberhasilan di mata pelajarannya akan memiliki kontribusi kepada keberhasilan kelasnya. Demikian selanjutnya. Oleh karena itu maka kepastian bahwa semua e\warga sekolah hadir di sekolah sebelum waktu memulai aktivitas dimulai, menjadi konci keberhasilan. Dan inilah yang menjadi konsen bagi kami untuk meminta kepada para pimpinan operasional di unit-unit sekolah yang ada untuk terus memberikan patauan dan perhatian pada hal kedisiplinan seperti ini. 

Karena bila ada satu saja unsur yang benar-benar tidak memberikan perhatian kepada hal seperti ini, maka inilah yang kami namakan sebagai pembiaran. Dan kalau proses ini berlanjut, maka akan menjadi kebiasaan yang kemudian menjadi budaya. Atas pemikiran inilah maka kami benar-benar meminta agar para pimpinan operasional memulai dari titik ini.

Alhamdulillah bahwa ini menjadi usaha yang disepakati di awal kami melakukan transformasi. Walau bagaimanapun kami sendiri yang seharusnya berada -ada posisi sistemik, harus juga melakukan tidak saja pemantauan, tetapi sering pula memberikan konsep langkah sebagai tahapan untuk mengekskusi suatu hal. Bahkan termasuk memberikan pemantauan terhadap surat 'tanda mata' bagi satu atau dua guru yang harus diberikan 'tanda mata'. Inilah yang saya sebutkan sebagai dorongan.

"Untuk kali pertama mungkin memang diperlukan konsep, motivasi, juga arahan, serta diringan kepada pimpinan operasional dalam menjaga kedisiplinan di wilayahnya masing-masing Pak Agus. Tetapi ke depan mereka yang harus berani mengekskusi bersama-sama dengan pimpinan operasional tertingginya. Kalau harus selalu kita yang menyampaikan dan memulai dalam melakukan, ya meringankan beban kerja dan porsi kerja mereka." 

Demikian antara lain pendapat teman kolega saya. "Semoga." kata saya singkat.

Jakarta, 30 Mei 2016.

Tidak ada komentar: