Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

03 Juni 2016

Menemani 'Perubahan' Guru #24; Berubah itu Bertahap

Sekali lagi tentang perubahan yang harus dan mau tidak mau kami lakukan di sekolahan. Baik pada tataran sistem atau juga pada tataran operasional. Dan dalam pelaksanaannya maka ia berlaku rumus setapak demi setapak. Setidaknya itulah yang kami alami dalam perjalanan memberikan pelayanan kepada generasi penerus yang duduk di dalam kelas di sekolah kami. Semoga perjalanan ini terus diberikan dan dilimpahi kekuatan dan keberkahan Allah SWT. Amin.

Bertahap? Seperti beberapa kali kami sampaian kepada teman-teman berkenaan dengan pertunjukkan kelas, dalam bentuk Assembly, atau juga pertunjukkan sekolah dalam bentuk Pentas Kesenian, hal yang disampaikan yang menurut saya telah tuntas sehingga dikemudiannya hanya menemani perjalanan pelaksanaannya, namun dalam beberapa kali perjalanan itu terdapat deviasi atau setidaknya perbedaan persepsi antara apa yang saya sampaikan kepada mereka dengan apa yang mereka tangkap.

Perbedaan ini menipis dalam perjalanan waktunya, dan secara bertahap saya mengajak teman-teman berdiskusi berkenaan dengan standar yang disepakati. Dan alhamdulillah setelah beberapa kali pelaksanaan tersebut kami ulang dan ulang di tahun-tahun sesudahnya, persepsi dan anggapan antara saya yang mengajak dengan teman-teman di lapangan yang mengejawantahkan ajakan saya dalam bentuk program pelaksanaan kegiatan di kelasnya menjadi benar-benar sinkron dan klop. 

Kenyataan ini pararel dengan seorang yang mengemudikan kendaraan. Di awal kita bisa dan berani mengendarai kendaraan di jalanan umum, maka kekurangan yang nyata dari kita adalah kemampuan untuk melihat dan menjadikan perhatian apa yang terdapat di sekeliling kita selain memandang lurus ke depan. Namun selang beberapa waktu setelah jam terbang kita naik, maka hal yang sebelumnya tidak termonitor karena posisinya berada di sekeliling kita, menjadi terkontrol. Karena kita menjadi bertambah mampu  dalam mendistribusikan perhatian.

Atas keyakinan seperti inilah kami mengusahakan untuk terus menerus mendiskusikan apa yang telah kami jalani dalam program kegiatan sekolah hingga sampai kepada esensi dari kegiatan yang dimaksud. Diskusi tersebut menghasilkan penarikan hikmah dalam setiap program kegiatan yang telah berlangsung. Dan penarikan hikmah tersebut sma artinya dengan menemukan kebermaknaan. Semoga.

Jakarta, 3 Juni 2016.

Tidak ada komentar: