Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

25 Mei 2016

Harus Memilih

"Apakah itu tidak berarti habis manis sepah dibuang?" Begitu kalimat yang keluar dari teman diskusi ketika kami memilih pilihan bagi teman-teman yang pada akhir tahun pelajaran ini menunggu surat keputusan untuk menjadi CPNS. Teman diskusi ini adalah temannya teman yang akan menjadi bagian dari CPNS, yang karena satu dan lain hal, kok seperti di-PHPin oleh Pemda.

SK yang kabarnya akan keluar Agustus mundur September. Tapi mundur lagi Desember. Kabar di koran mundur lagi Februari, April, dan sekarang sudah masuk akhir Mei, berita akan keluarnya SK tetap tidak jelas. Semua tidak bisa diprediksi.

"Karena mereka telah berada di lembaga ini bersama kita tidak sekedar lima sepuluh tahun. Mereka sudah berada di lembaga ini tidak kurang dari dua puluh lima tahun. Jadi bagaimana lembaga ini membalas jasa-jasa mereka? Dan kalau awal tahun pelajaran baru nanti mereka tidak dipromosikan untuk menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah lagi, tidak menjadi guru kelas, tetapi hanya sebagai guru pendamping, apakah nanti tidak ada suara seperti apa yang saya sampaikan di awal itu?" Jelas Ibu yang berkewajiban untuk menyampaikan apa yang menjadi persfektif guru.

Lalu saya mencoba memberikan pengetahuan  yang saya tahu berkenaan dengan lembaga pendidikan lain yang juga mengalami hal sama. Dimana di lembaga tersebut, lembaga langsung memberikan keputusan terhadap teman-teman guru yang sedang menunggu SK pengangkatan CPNS dengan sama sekali tidak memberikan jam mengajar. Artinya, lembaga memilih untuk meniadakan mereka di awal tahun pelajaran baru.

Hanya perlu gambaran bahwa lembaga tersebut memang lembaga pendidikan swasta, dan dalam gelombang CPNS sebelumnya pernah terjadi di lembaga yang sama 7 orang harus secara bersama-sama meninggalkan lembaga. Ujungnya adalah beratnya lembaga dalam menemukan pengganti dalam tempo yang amat sangat singkat. Dan ini, bagi lembaga swasta, menjadi bagian yang lumayan berat.

Dan kita mengambil jalan tengah dari jalan-jalan yang ada. Yaitu dengan tetap mengakomodasi keberadaan teman-teman meski meminta keikhlasannya untuk hanya mengampu mata pelajaran yang menjadi pilihannya. Tidak memberatkannya dengan tugas tambahan sebagai wali atau guru kelas, atau sebagai apa saja yang menadi tambahan tugas sebagai guru.

Dengan posisi semacam itu, sekolah akan lebih ringan bila suatu saat nanti SK CPNS benar-benar keluar untuk mereka?

Jakarta, 25 Juni 2016

Tidak ada komentar: