Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

15 September 2014

Milad Lembaga dan Daya Saing Diri

Dalam sebuah perhelatan milad lembaga pendidikan swasta di Jakarta beberapa waktu lalu, saya diminta memberikan uraian  semangat untuk semua teman-teman yang menjadi bagian dari lembaga tersebut. Sebuah kesempatan juga buat saya pribadi guna membuat rumusan tentang eksistensi lembaga untuk berumur panjang.

Tentu ini adalah sebuah generalisasi dari beberapa fakta sejarah yang dapat saya lihat dari perjalanan lembaga-lembaga pendidikan swasta di sekitar saya berada sekarang ini. Diantaranya adalah lembaga pendidikan yang saya dapat meraba dan melihat secara lebih dekat.

Sebagaimana  yang saya alami di beberapa waktu lalu. Beberapa teman yang telah berkecimpung di lembaga yang saya maksudkan, datang dan mengajak bertukar pikiran tentang keadaan jumlah peserta didik mereka beberapa tahun belakangan ini yang terus menunjukkan tren menurun. Dan karena bertukar pikiran, maka saya mengajukan beberapa pertanyaan berkenaan dengan kondisi tersebut. 

Juga teman-teman lain yang bernasib relatif sama dengan kondisi tersebut diatas, yang juga mengajak saya untuk berdiskusi. Meski dengan kondisi spesifik yang berbeda-beda, namun nampak sekali bahwa semua itu memiliki fenomena yang linier atau pararel. Yaitu belum tumbuhnya kesadaran akan daya saing diri dari setiap pelaksana operasional lembaga yang ada. 

Dan atas semua itu, dengan kondisinya masing-masingnya,  saya menjadi teringat akan apa yang pernah saya dapatnya tentang 4 pola kondisi lembaga. Dari empat kondisi tersebut, setidaknya saya teringat selalu dengan salah satu kondisi, yaitu kondisi dimana anggota lembaga menyadari dan sadar sepenuhnya bahwa mereka tahun tentang kondisi mereka saat ini yang kekurangan siswa.

Kondisi sadar ini menjadi penting bagi individu yang ada di dalam sebuah lembaga, untuk menjadi titik tolak bagi sebuah semangat untuk memperbaiki keadaan. Dan kondisi sadar ini termasuk kondisi yang mahal pada situasi seperti itu. Mengapa? Karena pada umumnya, setelah bertahun-tahun menikmati kedanaan yang relatif mapan, akan membuat semua yang ada di dalamnya menjadi beku.

Dalam situasi yang demikian itu, kebekuan tersebut, akan membuat pengetahuan tentang apa yang sesungguhnya terjadi di lembaganya, tidak  mudah untuk dipahami. Jangankan paham, bahkan banyak diantara mereka yang sadar saja tidak. Oleh karenanya, jika individu dalam lembaga tersebut sudah mulai bangun dari kebekuannya dan menyadari akan kondisi yang sudah berbeda dengan sebelumnya, maka itu adalah pertanda baik bagi sebuah pergeralan untuk mencapai kebangkitan. Masih perlu upaya memang, tetapi setidaknya sudah dapat berangkat dari sebuah kesadaran.

Akan halnya dengan apa yang kami alami sendiri, adalah sebuah perjalanan yang sama. Hal ini tidak lain karena kami berada dalam konstelasi masyarakat yang memiliki dinamika yang sama. Maka tidak ada lain selain kami juga harus terus meyadari bagaimana lapangan menuntut kami untuk memiliki daya saing diri, bagi diri kami masing-masing. Semoga!

Jakarta, 31 Agustus-15 September 2014.

Tidak ada komentar: