Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

07 Mei 2014

UN 2014 #5; UN SMP Hari ke-3

Hari ini, Rabu, 7 Mei 2014, adalah pelaksanaan Ujian Nasional untuk tingkat SMP dan sederajat,  Mata Pelajaran  yang diujikan adalah Bahasa Inggris. Ketika pelaksanaan ujian berakhir pada pukul 09.30, saya tidak bertemu dengan anak-anak didik saya. Meski saya melihat mereka keluar dari lingkungan sekolah melalui kamera CCTV di ruangan. Sehingga tidak ada cerita dari mereka yang saya dapatkan. Karena seperti hari-hari sebelumnya, saya dan juga guru yang lainnya, akan bertanya tentang bagaimana keadaan soal yang telah mereka kerjakan. Saya dan teman yang lain juga akan bertanya prakira mereka terhadap tingkat kebenaran jawaban yang anak-anak kerjakan di LJUN. Dan dari situlah saya banyak mendapatkan feedback berkenaan dengan soal-soal yang anak-anak telah kerjakan.

"Bapak, saya baru sadar Pak, kalau soal yang tidak bersampul (Mata Pelajaran Bahasa Indonesia), dari nomor 1-12 dan nomor 39-50 kemarin itu sama semua." Begitu kata seorang siswa saya siang kemarin setelah pelajaran Matematika dia selesaikan. Saya tidak mengejar apa yang dimaksdukan dengan soal yang sama diantara mereka semua. Apakah itu maksudnya ia ingin menyampaikan bahwa mereka rugi karena tidak bertanya dengan teman sebelahnya saat mengerjakan ujian? Semoga tidak.

(Perlu disampaikan bahwa untuk Mata Pelajaran Bahasa Indonesia yang diujkan pada Senin, 5 Mei 2014 lalu pengawas dan panitia ujian sekolah dibuat bingung karena adanya soal. Yaitu soal yang DISAMPUL dan soal YANG TIDAK BERSAMPUL). Dan hingga akhir ujian untuk Mapel Bahasa Indonesia itu, kami tidak mengetahui mengapa harus ada soal BERSAMPUL dan soal YANG TIDAK BERSAMPUL.)

"Saya tidak yakin kalau jawaban saya benar semua Pak. Tetapi saya perkirakan nilai Matematika saya paling tidak 7 Pak." begitu pernyataan salah seorang anak didik saya kemarin sore saat saya tanya pendapatnya tentang soal Matematika yang baru saja mereka selesaikan. Senang juga mereka bisa percaya diri mengatakan mampu setelah selesai mengerjakan Mata Pelaran yang selama ini begitu sulit dalam pikirannya.

Terlebih, anak yang memberikan opininya itu adalah anak yang secara akademis berada pada tataran rata-rata kelas. Tetapi saya mencoba untuk mengerem dan memeberikan pendapat atau sekedar komentar balik atas pernyataannya optimismenya itu. Saya hanya mengucapkan kata; Amin.

Namun setidaknya ada yang membuat kami semua, panitia dan pengawas ujian di ruang pantia ujian, gembira. Ini ketika tidak mendapati aturan tambahan sebagaimana yang kami dapatkan ketika Mapel Bahasa Indonesia. 

Mengapa kami begitu khawatir sehingga kami menduga kan ada aturan tambahan pada hari ini, Rabu, 7 Mei 2014, karena Mapel yang akan diujikan adalah Bahasa Inggris. Bukankah pada saat UN untuk jenjang pedidikan SMA dan sederajat fenomena orang terhebat di Indonesia muncul dalam soal UN mereka di Mapel Bahasa? 

Dan pada UN SMP hari ke-3 yang mengujikan Mapel Bahasa Inggris, fenomena soal BERSAMPUL dan soal YANG TIDAK BERSAMPUL tidak ada lagi. Mudah-mudahan ini karena pihak BNSP selaku penyelenggara UN mengetahui bahwa kami muak!

Jakarta, 7 Mei 2014.

Tidak ada komentar: