Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

03 November 2012

Idul Adha #7; Kikuk saat Menguliti Hewan Kurban



Sepulangnya dari kegiatan Tebar Hewan Kurban yang dilaknasanakan di empat tempat yang menjadi agenda tahunan bagi sekolah dimana saya ikut berkontribusi, sungguh membahagiakan. Meski saya tidak sepenuhnya ikut hadit di lokasi kegiatan pada saat pelaksanaan pemotongan untuk kegiatan tahun ini. Terutama tempat-tempat yang ada di luar Jakarta, yang tahun ini kami pilih lokasinya di sebuah desa yang ada di Senori, Tuban, Jawa Timur, di Bongas, Indramayu, Jawa Barat, dan di Binong, Subang, Jawa Barat.

Cara yang Kikuk

Sebagai salah satu yang saya dapatkan cerita dari teman-teman yang menjadi saksi di lokasi dan juga dari foto-foto yang saya dapatkan adalah betapa kikuknya mereka pada saat menguliti dan mencacah hewan-hewan kurban. Kekikukan itu terlihat dari cara saudara-saudara kita yang menjadi panitia kurban itu melakukan kerjanya. 

Misalnya pada saat mereka akan melakukan penyembelihan sapi. Bagaimana tali-tai yang digunakan untuk mengikat sapi agar sapi tidak melakukan berontak merupakan adegan yang janggal. Dimana tali-tali itu tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Sehingga seorang dari mereka melakukan atraksi nekat, yaitu dengan menangkap kedua kaki sapi itu dengan tanggannya. Benar-benar sebuah aksi nekat yang justru memberikan petunjuk kepada kami yang datang dari Jakarta, bahwa betapa saudara-saudara itu begitu kikuk karena tidak biasa mengerjakan suatu hal sebagaimana yang dia laksanakan.

Demikian pula dengan penanganan hewan kurban kambing. Ini terutama setelah hewan kurban itu selesai dipotong. Diantara teman-teman kami harus turun untuk memandu saudara-saudara agar segera hewan yang selesai dipotong itu segera dikuliti. Dan agar mudah menguliti hewan-hewan kurban itu, maka heawan-hewan kurban itu digantung. Namun saat gantungan dan tali yang telah disiapkan itu, saudara-saudara kita itu pun masih bingung. Ada dianatara mereka yang menggunakan tali yang telah ada di leher hewan kurban itu untuk menggantungnya. Maka kami segera turun tangan dan meminta agar yang digantung bukan lehernya tetapi kedua kakinya. Tentu dengan  tali yang telah kami sediakan. Di tempat kurban yang lain, hewan kurban yang telah dipotong itu memang digantung di kakinya, tetapi ketika kami ingatkan agar kedua kakinya yang digantung, malah dilepaskannya satu kakinya.

Kenyataan itu, justru semakin menebalkan kepada kami semua bahwa mereka adalah saudara-saudara seiman yang memang pantas untuk menjadi lokasi  Tebar Hewan Kurban dari sekolah kami. Dari indikator itu pulalah kami sepakat agar kegiatan Tebar Hewan Kurban tahun depan memilih lokasi yang sejenis. Dan kami yakin tidak terlalu sulit menemukan lokasi seperti itu di lingkungan kami.

Jakarta, 03 Nopember 2012.

1 comment:

Unknown said...


alhamdulillah terimakasih atas informasi mengenai kurbannya