Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

07 Juni 2016

Mudik #2016 #9; Berharap Infrastruktur Enak

Satu hal yang menjadi harapan baik bagi para pemudik dalam perjalanan mudiknya, utamanya pada saat libur lebaran,  adalah tersedianya infrastruktur jalan yang memadai. Buat saya memadai itu adalah enak di sepanjang perjalanan. Atau standarnya adalah tersedianya jalanan yang memang layak untuk dilalui dengan kecepatan kendaraan 60 kilo meter per jam. Jadi jalanan yang memang dibuat dengan rata dan tidak bergelombang karena hanya ditambal jika ada yang berlobang tanpa proses dikupas terlebihdahulu.

Pada perjalanan di malam hari, selain jalanan yang rata dan tidak ada jebakan lubang atau jebakan jalan tambalan, adalah adanya marka jalan yang memang masih menyala ketika sorot lampu kendaraan menerpanya. Juga bantuan spot light yang ada di pinggir jalan, utamanya ketika jalan berkelok. 

Jika itu telah tersedia, dan jalan yang saya harus tempuh terkendala kemacetan, semua itu menjadi kendala yang bukan dari kontribusi pemerintah. Itu karena boleh jadi volume kendaraan yang berlebih. Dan ini masih lumprah mengingat mudik di masa lebaran adalah bentuk reuni akbar. Baik dengan keluarga besar untuk tujuan berkumpul di kampung halaman, atau juga keinginan untuk bersilaturahim dengan masa lalu masing-masing. Apakah masa lalunya dengan teman sepermainan di kampung halaman, apakah dengan masa lalu bersama teman saat di bangku sekolah.

Dan karena ini sebagai harapan saya, yag adalah bagian dari masyarakat pengguna jalan, maka bukan menjadi tuntutan. Apalagi jika tempat yang harus saya lalui adalah pemerintah daerah yang para kepala daerahnya saya tidak berkontribusi untuk memilihnya. 

Namun demikian saya bersama keluarga ketika melalui jalan yang dalam kondisi terawat baik atau yang buruk sekalipun, pasti akan menyebut mereka itu dalam percakapan kami. Yang bagus akan kami sebut sebagai daerah yang para pemimpinnya dapat menjadi teladan bagi anak-anak kami. Demikian pula yang buruk, kami pun akan berdiskusi bersama agar model pemimpin yang ada di daerah tersebut jangan pernah menjadi teladan baik. Mereka adalah para pemimpin yang harus dihindari.

Inilah yang dalam tulisan saya sebelumnya saya sampaikan bahwa infrastruktur setiap daerah yang kami lalui dalam perjalanan pergi dan pulang ketika mudik adalah cermin bagi para pemimpin daerahnya...

Jakarta, 7 Juni 2016.

Tidak ada komentar: