Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

11 Januari 2016

Sertifikasi Guru #11; Pengurangan Persyaratan Guru Tersertifikasi

Beberapa kali saya mendapatkan whats app atau sms atau bahkan juga dibarengi dengan telepon dari seorang Kepala Sekolah yang meminta dukungan moril atas apa yang sedang membuatnya gundah manakala menentukan atau memutuskan sesuatu yang berkenaan dengan temannya yang sedang mengejar tunjangan sertifikasi guru. Teman saya ini butuh sekali penegasan dari saya. Tidak hanya lisan atau kiriman balasan whats app, tetapi juga meminta sebuah surat, seperti surat keputusan.

Mengapa harus galau? Tidak lain karena ada teman-temannya, yang juga adalah guru-gurunya, yang kebedaannya lebih dari satu orang guru, yang benar-benar tidak pada lokasinya untuk mendapatkan tunjangan. Bukan karena jumlah jam mengajarnya kurang, tetapi lebih dari ketidak beradaannya di dalam kelas sesuai dengan jadwal pelajaran yang telah ditentukan.

Kalau harus masuk kelas pukul 08.00, maka sering didapati kelas yang menjadi tanggungjawabnya itu dibiarkan kosong. Dan atas kenyataan itu, menjadikan informasi yang tidak sehat dan bagus untuk sekolah. Selain juga harus ada teman yang lain untuk menemani siswa di kelas. 

Atas keyataan itu, maka kami membuat kebijakan baru untuk semester berikutnya, yaitu mengurangi jam mengajarnya di kelas. Implikasinya adalah pengurangan persyarat jam mengajar bila harus melakuan pemberkasan di sertifikasi. Lalu disinilah muncul kegalauan itu. Guru masih belum menyadari mengapa jam pelajarannya diurangi, sementara tetap kekeh untuk mengejar dana sertifikasi yang menjadi 'hak'nya.

Maka dengan menunjuk kepada surat yang kami pesan itulah teman saya yang Kepala Sekolah itu dengan berat hati tidak menandatangani surat pernyataan sebagai Kepala Sekolah. Akibatnya, pemberkasan gagal dilakukan. Dan pada posisi ini saya selalu meneguhkan kepada teman Kepala Sekolah untuk tidak merasa bersalah.

Karena menurut saya, teman-teman tersertifikasi sebagai guru profesional itulah yang menjadi tolok ukur bagi etos guru di sekolahnya. Dan manakala ada diantara mereka dengan tidak menunjukkan unjuk kerja sebagai guru profesional, dan ketika hembusan ketidakpuasan dari siswa lebih-lebih hingga orangtua, maka terlalu berat beban sebagai Kepala Sekolah untuk menopang sisi buruk itu.

Maka salah satu upayanya adalah megurangi beban kerjanya meski akibatnya kepada pengurangan pemenuhan syarat sebagai guru tersertifikasi...

Jakarta, 11 Januari 2016.

Tidak ada komentar: