Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

28 Januari 2016

Jangan Rebut Guru Kami

Catatan saya ini ingin mengabadikan tentang kisah yang dialami oleh seorang kepala sekolah yang harus 'dimarahin' atau lebih tepatnya 'diceramahi' oleh teman kepala sekolah dari sekolah tetangganya karena harus menerima guru yang melamar di sekolahnya. Menjadi menarik buat saya karena temannya teman saya ini mempersalahkannya. 

"Apakah sejak awal Ibu tidak tahu kalau kandidat guru yang sedang Ibu proses itu adalah guru yang sedang mengajar dari sekolah tetangga Ibu?" Tanya saya mencoba melihat dari sisi yang berbeda.

"Saya memang membaca kalau kandidat itu masih sebagai staf pengajar di sekolah lain dari CV yang dikirim via pos. Tapi justru karena itu saya menjadi ingin tahu mengapa kandidat itu masih mau mengirimkan lamaran kepada kami?" Jelas teman saya.

"Terus apa informasi yang didapat setelah wawancara pertama dengan kandidat tersebut? Apakah Ibu dapat sesuatu yang dapat memberikan masukan sehingga Ibu berani mengambil dia sebagai guru Ibu?"

"Ya benar Pak. Setelah saya mendapat informasi dari dia maka saya mencoba memberikan penawaran untuk memberikannya sebagai guru di tahun yang akan datang."

"Lalu apakah selama proses berlangsung berarti kandidat itu harus meminta izin tidak mengajar di sekolah tetangga Ibu?"

"Karena itulah mungkin yang membuat teman saya menjadi gerah."

"Lalu dari mana kepala sekolah teman Ibu itu tahu kalau salah satu gurunya melamar di sekolah Ibu?"

"Kandidat itu sendiri yang menyampaikan kepada kepala sekolah teman saya."

Itulah yang menjadi kegalauan teman sesama kepala sekolah teman saya. Ia begitu menjadi sangat tidak dihargai oleh gurunya yang mengirim lamaran kepada sekolah tetangga dan sekaligus berlanjut mengajukan pengunduran diri. Dan wajar saja jika keluguan kandidat itu membuat atasannya uring-uringan.

Dan saya kira wajar juga jika kepala sekolah teman saya merasa bahwa gurunya direbut oleh temannya. Meski si gurunya tetap memiliki hak untuk menentukan pilihan lembaga yang diyakini membuatnya lebih baik di masa berikutnya.

Jakarta, 28 Januari 2016.

Tidak ada komentar: