Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

28 Januari 2016

Bapak Main Saja, Bapakkan dari Kampung

"Bapak ikut main saja sama mereka, Bapak kan bisa. Bapak dan dari kampung." Demikian kalimat pernyataan dari seorang siswa saya yang masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar, ketika bersama saya menonton teman-temannya yang sedang bermain congklak di halaman sekolah kami sebelum anak-anak itu masuk ke kelas setelah istirahat pagi.


Saya tersenyum senang dengan penuh ketulusan atas apa yang dia nyatakan. Kalimat yang dibuatnya itu benar-benar langsung dan benar-benar orisinil. Membuat saya justru tersenyum sekaligus kagum. Tersenyum karena sedikit kaget dengan kalimat yang dia sampaikan. Dan kagum karena saya tidak menduga sama sekali bahwa ada siswa kami di Jakarta memiliki kosa kata kampung. 

"Tidak. Pak Agus hanya ingin melihat teman-temanmu itu bergantian dalam bermain congklak. Kalau Pak Agus ikut main maka mereka akan antri lebih panjang lagi untuk dapat giliran." Begitu lebih kurang kalimat balasan saya.

"Dari mana kamu tahu kalau Pak Agus dari kampung?" Saya bertanya.

"Kan Bapak guru. Jadi dari kampung. Aku kalau pulang ke rumah nenek di Bandung juga bermain congklak sama teman di sana." 

Jakarta, 28 Januari 2016.

Tidak ada komentar: