Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

23 Desember 2013

Berita dari Kampung

Jumat, tanggal 20 Desember 2013 sore, saya mendapat berita dari kampung halaman tentang banjir yang datang di seantero kampung. Tidak saja menggenangi jalanan dan halaman rumah, tetapi juga masuk ke ruang tamu, kamar tidur, dan bahkan ke dapur yang sengaja telah kami buat lebih tinggi. Banjir begitu tinggi menyambangi kampung kami tahun ini. Dan ini memang untuk kali pertama banjir datang dan memaksa penghuni rumah yang ada mengungsi ke lokasi yang lebih memadai. Namun bagi saya yang jah dari kampung halaman, banjir kali ini menjadi berbeda.


Aoa yang membuat berbeda dengan kehadiran air bah itu di tahun ini? Utamanya bagi saudara yang ada di kampung halaman dan menjadi korban banjir itu, tetapi juga bagi saya yang mendapat kabar. Bukan apa yang kami rasakan dengan banjir yang datang itu yang paling signifikan dirasakan warga di kampung, tetapi bagaimana berita itu tampil di media sosial, dan juga bagaimana kehadiran pemerintahan di rumah-rumah warga dan di pengungsian-pengungsian.

Dua hal yang cukup membuat saya dan saudara di kampung begitu merasakan perbedaan. Sebagaimana yang saudara saya sampaikan, bahwa siang ketika air bah melalap seluruh pelataran dan pekarangan yang ada di kampung, maka perahu karet bersama aparat pemerintah menyambangi rumah-rumah kami untuk mengajak ke lokasi pengungsian.


Ini satu hal yang belum pernah terjadi pada masa sebelumnya. Meski, sekali lagi saya paparkan, bahwa banjir kali ini bukanlah yang untuk pertama kalinya. Saudara saya sampaikan bahwa yang datang bukanlah mereka yang perahu dan kaos yang dikenakan relawan adalah simbol partainya, tetapi dari aparat pemerintahan. Mudah-mudahan ini awal lahirnya kehadiran pemerintahan di sendi kehidupan sanak dan handaitaulan kami yang tinggal di kampung halaman. Semoga.


Juga adalah updating berita dan foto yang disebarluaskan oleh para relawan yang melek teknologi. Karena hanya dengan seperti itu, kami yang jauh di rantau tahu kondisi detil dan terkini. Ini sebuah keberbedaan yang lain lagi. Dan atas semua hal itu, saya di rantau berterimakasih.

Jakarta, 23 Desember 2013

Tidak ada komentar: