Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

05 August 2009

Alhamdulillah


Dalam beberapa tahun ini, Alhamdulillah saya bersyukur atas nikmat-Nya, saya menengok keluarga di Purworejo lebih kurang 4 hingga 5 kali dalam satu tahun. Sebuah rutinitas yang tidak terlalu sering bagi yang lain, namun bagi saya adalah sebuah volume yang menguras tenaga. Mengingat perjalanan yang saya lalui adalah perjalanan darat. Sehingga memakan waktu tidak kurang dari 12 jam perjalanan. Memngingat waktu perjalanan yang tidak sebentar itulah, maka sering saya mengambil waktu libur atau memilih long week end.

Perjalanan ini harus saya tempuh untuk sesering mungkin saya menengok Bapak dan Mamak saya di kampung. Kedua orangtua saya yang sangat saya cintai. Meski harus saya akui bahwa orangtua saya bukanklah sosok sempurna. Tapi ia adalah cikal bakal keberadaan saya hingga sekarang ini. Selain juga saya ingin menunaikan apa yang pernah teman saya lakukan kepada kedua orangtuanya yang kini telah tiada. Dan nampaknya inilah yang menginspirasi saya. Saya melakukan ini semua agar supaya saya tidak menyesali setelah mereka berdua pergi untuk selamanya. Demikian tuturnya ketika setiap bulan sekian bagian dari gajinya ia kirimkan untuk orangtunya.

Inilah motivasi yang selalu saya pompakan agar saya selalu dalam posisi kuat meski harus menempuh perjalanan yang jauh itu. Dan ketika kangen dengan mereka begitu mendalamnya, saya akan tetap pulang. Tak bisa satu hal pun yang dapat menghalangi.

Apa yang saya lakukan setelah berjumpa dengan orangtua saya? Tidak lain adalah ngobrol. Asyik sekali kegiatan ini kami lakukan. Karena biasanya selain Bapak dan Mamak, adik saya yang juga setia menemani orangtua kami, ikut terlibat dalam cengkerama itu. Kadang tema dialog hal-hal yang serba ringan, kadang sesuatu yang memancing kami semua terbahak, dan sesekali juga yang menyentuh hal yang mengharukan hingga ada diantara kami yang harus menitikkan air mata.

Dan dari sinilah saya menghargai sekali betapa sungguh-sungguh orangtua kami telah berjuang untuk kami anak-anaknya. Betapa susah payah mereka meniti perjalanan hingga kami memberikan cucu untuk mereka. Dan saya menikmati itu.

Jakarta, 5 Agustus 2009.

No comments: