Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

12 November 2015

Belajar Menginap #13; Lebih Bagus dari Harapan Saya

"Bagaimana kondisimu Nak? Apakah semuanya baik-baik saja?" Tanya kami sebagai guru ketika bertemu dengan salah satu siswa yang kebetulan melintas di base camp guru laki-laki dalam sebuah kegiatan menginap di rumah penduduk yang berlokasi di sebuah RW di Desa Pulosari, Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Pertanyaan ini juga kami sampaikan ketika kami berjumpa degan anak-anak yang baru saja masuk dan bertemu di rumah orangtua asuhnya masing-masing. Dan pada saat pertanyaan kami itu kami sampaikan kepada anak, itu adalah jam 15.00. Yang berarti baru dua jam anak-anak tersebut masuk ke rumah orangtua asuhnya. Maka ketika mendengar jawaban seorang anak yang kami temui tersebut, itu menerbitkan rasa optimisme guru akan daya juang seorang siswanya.

Mengapa? Karena dalam kegiatan ini, kami telah bersiap untuk menghadap kegagapan anak-anak ketika harus tinggal di sebuah keluarga di sebuah desa yang pasti asing sekali untuk anak-anak yang sejak lahir hingga mereka duduk di bangku SMP kami untuk beberapa waktu. Bahkan, kelakar teman guru, anak-anak kami itu tidak mengenal apa itu gayung!
Dataran yang berada diketinggian lebih kurang 1.300 meter dpl, membuat air yang ada di dalam bak mandi warga begitu menakutkan untuk kulit kami ketika berniat ingin mandi. Hingga membuat sebagian kami memilih untuk tidak mandi!

"Alhamdulillah Pak. Saya bersyukur sekali. Bahwa kondisi rumah orangtua asuh saya jauh lebih baik dari bayangan saya sebelumnya. Saya merasa nyaman untuk semua halnya Pak." Jawabnya dengan mantap. Sebuah jawaban yang pasti juga menenteramkan kami sebagai gurunya.

Jawaban sederhana itu juga menerbitkan pelajaran untuk saya pribadi, yaitu bagaimana cara pandang seorang anak didik terhadap yang banyak ditakutkan rata-rata temannya di kegiatan semacam itu. Bagaimana ia begitu memiliki kerendahan hati untuk menetapkan ekspektasi kenyamanan untuk tinggal di sebuah rumah warga di sebuah desa yang jauh dari Jakarta. Belajar tentang ketahanan batin. Semoga. Amin.

Jakarta, 12 Nopember 2015.

Tidak ada komentar: