Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

14 Agustus 2015

Percakapan di TPSS yang Ditutup

Hari Kamis kemarin, saya berkesempatan menerima seseorang dengan seorang bapak diusia 30-an, dengan  perawakan khas Indonesia, yang mengendari sedan warna hitam. Kami bertemu di lokasi Tempat Pembuangan Sampah Sementara yang terletak di sebuah jalur hijau di wilayah Pulogadung. Saat itu pukul 10.00-an.

Keperluan saya di lokasi tersebut tidak lain adalah untuk melakukan pemasangan spanduk himbauan tidak membuang sampah, yang diusulkan oleh teman persis di lokasi TPSS tersebut. Saya berada di situ bersama lima orang teman yang memiliki keahlian pertukangan.

Bapak : Pembuangan sampah ini ditutup? (katanya dengan kedua tangan berada di pinggang)
Saya    : Betul Pak. Ditutup.
Bapak : Terus warga membuang sampahnya dimana?
Saya   : Maaf, saya tidak tahu.
Bapak : Mengapa ditutup tanpa pemberitahuan?
Saya   : Pak, penutupan lokasi buang sampah ini oleh pihak kelurahan. Jadi komunikasi saja ke kelurahan.
Bapak : Warga protes karena susah buang sampah.
Saya   : Tolong komunikasi ke kelurahan atau ketua RT Bapak.
Bapak : Saya ketua RT 10.

Setelah merasa cukup menemani teman-teman yang bekerja, saya menyeberang jalan untuk duduk bersama tukang ojek dan pedagang yang ada di dekat lokasi TPSS tersebut.

Ojek : Siapa yang ngomong sama Bapak sambil kacak pinggang. Songong banget.
Saya : Katanya ketua RT 10.
Ojek : Urusan apa dengan Bapak?
Saya : Protes kalau tempat pembuangan sampahnya ditutup.
Ojek : Matanya buta atau buta huruf? Kan bisa baca spanduknya?

Beberapa menit kemudian, datang Pak Lurah meninjau lokasi pemasangan spanduk tersebut. dari halte, saya memanggil Pak Lurah. Kami ngeriung di halte.

Ojek   : Barusan ada yang protes Pak dari warga ke Pak ini dengan gaya angkuh.
Lurah : Lempar saja ke saya kalau ada yang protes. Orang mana?
Saya  : Ngakunya ketua RT 10.
Lurah : Bohong. Saya akan telpon kalau memang ketua RT 10...

Jakarta, 14 Agustus 2015.

Tidak ada komentar: