Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

25 Agustus 2015

Menjadi bagian Manajemen Sekolah

Pada saat akan bercerita dengan teman-teman yang memang pada posisi Kepala dan Wakil Kepala Sekolah, saya mengajukan beberapa stetmen tentang model kepala sekolah yang menjadi impian kita bersama atau impian kita masing-masing.

Tentunya, saya tidak memberikan kepada teman-teman itu tipe-tipe kepemimpinan yang terdapat dalam buku-buku manajemen atau buku lainnya. Tetapi saya hanya memberikan beberapa hal yang pernah saya dengar, lihat, atau bahkan mungkin saya mengalaminya sendiri.

Seperti beberapa model Kepala Sekolah yang antara lain adalah sebagai berikut:

Satu; Mengemban jabatan dengan mengacu kepada SOP. Teguh dan kadang kaku menjaga penerapan SOP di lapangan. Utamanya yang pernah saya dengar adalah bagaimana Kepala Sekolah secara lurus-lurus saja dalam menerapkan SOP dalam stuasi yang dihadapinya. Dan kerena terlalu disiplin dalam menerapkannya, maka ia menjadi pribadi yang dinilai kaku oleh teman-temannya. 
Dua; Mengemban jabatan dengan kikuk dan ragu. Langkahnya selalu dibayangi ketidak enakan.

Tiga; Mengemban jabatan dengan semangat. Semua ide bagusnya dituangkan semurni dan sekonsekuen mungkin

Empat; Mengemban jabatan dengan menunggu putunjuk atasannya. Selalu butuh dorongan dan inisiasi atas.

Lima; Mengemban jabatan dengan semangat transparansi tanpa tabir. Tidak ada sekat dan koordinat yang dipegang selaku manajemen.

Enam; Mengemban jabatan dengan penuh percaya dori dan cenderung menutup diri. Dengan fokus kepada pengelolaan administrasi.

Tujuh; Mengemban jabatan dengan membagi habis tugas kepada bawahan secara tuntas. Fokusnya menagih tugas yang didistribuaikan.

Lalu yang mana model Kepala Sekolah yang ideal? Ini juga hal-hal baik yang menurut saya menjadi inspirasi bagi kita yang memegang tampuk pimpinan di sekolahan. Hal-hal baik itu antara lain adalah:

Satu; Pintu ruangan yang 'terbuka'

Dua; Mudah diakses

Tiga; Terbuka dan berkoordinat

Empat; 'Menyongsong' sepanjang waktu

Lima; Seperti 'kondektur' bus

Enam; Menembus apa yang tidak tampak di satu langkah di depannya

Tujuh; Mengajak 'touring' karena senang bereksplorasi

Jakarta, 25 Agustus 2015.

Tidak ada komentar: