Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

25 Agustus 2015

Oleh-Oleh Pohon dari Kampung

Memang menjadi kebiasaan yang tidak biasa dari oleh-oleh yang dibawa adik dari kampung untuk saya ketika mereka kembali ke Jakarta di saat musim mudik Idul Fitri tahun 2015 ini. Pasti juga ada oleh-oleh normal yang disampaikan kepada saya seperti klanting, gula jawa, dan juga rengginang. Tetapi oleh-oleh luar biasa itu yang menjadi fokus saya berikutnya. Itu adalah tunas pohon gayam yang sepertinya dicabut dari tanah dan disimpan ke dalam plastik yang terlebih dahulu diberi tanah untuk menyimpan air.

Ini karena oleh-oleh adik itu membutuhkan penanganan dan perawatan. Itu karena keberadaannya telah lebih kurang satu pekan sejak ia dicabut dari ekosistemnya. Untuk kemudian sampai ke tangan saya yang kebetulan tidak ikut serta pulang ke kampung di pekan berikutnya. Sehingga ada jarak waktu yang membuat tuna-tunas pohon itu tidak begitu segar lagi. Dan saya berencana untuk menyemainya terlebih dahulu di plastik hitam di halaman belakang sekolah.

Oleh karenanya ketika hari pertama saya masuk sekolah seusai cuti bersama di masa lebaran lalu. Karena usia tunas-tunas tidak lebih dari 4 bulanan, saya segera menyipakan sarana menyemai. Jga memberikan informasi yang cukup kepada teman saya yang kebetulan adalah pemeliharan wilayah belakang sekolah.



Itulah sepuluh pohon gayam yang menjadi oleh-oleh istimewa yang saya dapat dari kampung halaman. Pohon-pohon gayam itu sudah tampak mengering ketika wahana tanah dalam poli bag saya siapkan. Tetapi saya optimis bahwa daya tahan pohon itu yang tidak akan menyebabkan mudah mati. Meski demikian, saya harus melakukan  pemeliharaan yang cermat hingga  nanti besar dengan tinggi lebih kurang satu meter.

Ada rencana saya untuk menanam pohon-pohon gayam yang saya rawat di halaman belakang sekolah ini nantinya di lokasi pinggir kali sebelah sekolah yang terlihat apa adanya. Untuk rencana itulah maka saya harus memastikan pohon-pohon tersebut tahan banting. Semoga.

Jakarta-Bandung, 22-25 Agustus 2015.

Tidak ada komentar: