Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

17 Januari 2015

Kantin Sekolah #1; Mengaku tidak Makan

Ketika bertemu dengan salah seorang pemilik konter makanan di plasa SD, ada cerita menarik darinya yang layak untuk menjadi pelajaran bagi saya. Yaitu tentang orang yang telah makan dan mengaku tidak memesan makanan ketika ditagih saat yang bersangkutan akan beranjak meninggalkan kantin. Dan anehnya ini tidak dilakukan oleh anak-anak, guru atau karyawan sekolah, tetapi oleh salah seorang calon orang tua siswa.

Kira-kira beginilah ceritanya; 

Sepanjang hari itu, sekolah sedang mengadakan seleksi siswa baru. Ada sekitar 150 calon siswa baru yang akan mengikuti seleksi di hari itu. Untuk memberikan pelayanan kepada para orangtua siswa yang mengantar dan menunggu giliran untuk melakukan interviu, kami, pihak sekolah berinisiatif membuka kantin yang seharusnya libur di hari itu. Karena memang pelaksanaan kegiatan seleksi siswa baru ersebut berlangsung di hari Sabtu, yaitu hari libur sekolah.

Alhamdulillah, inisiatif membuka kantin di kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari semua pengunjung. Buktinya, sebagian besar makanan yang disajikan habis terjual. Dan saya sebagai bagian dari sekolah itu ikut merasa bangga atas fakta yang kami alami itu.

Namun ada yang akan menjadi sejarah kami, yaitu berkenaan dengan salah seorang dari calon orangtua tersebut yang berlaku bohong kepada dirinya sendiri. Ini terjadi karena ia telah memesan salah satu makanan, dan ketika sebelum meningalkan tempat makannya didekati penjaga kantin dan diminta pembayaran, ia justru berujuar: "Maaf Pak. saya tidak merasa makan dim sum."

"Dari mana Anda yakin bahwa Ibu itu benar-benar telah mekan dim sum mu?" Tanya saya kepada pedagang kantin itu.

"Bagaimana saya tidak yakin Pak. Saya kan saya yang melani pesanan beliau. Saya juga yang mengantar pesanannya itu ke meja beliau." Jelasnya dengan senyum yang keheranan.

Dari cerita singkat itu, saya benar-benar shok. Bagaimana tidak, dia datang ke sekolah kami adalah dalam rangka memasukkan anak-anaknya dengan tujuan agar diterima masuk sekolah. Namun apa yang ditampilkan dalam peristiwa tersebut adalah suri teladan tentang karakter berbohong. Ngemplang satu porsi dim sum!

Jakarta, 17 Januari 2015.

Tidak ada komentar: