Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

04 Januari 2015

K-13 #17; Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar

Meski Senin, 5 Januari 2015 adalah hari pertama masuk sekolah di semester genap di tahun 2014/2015, tapi banyak sekolah di Jakarta yang belum menyerahkan Buku Laporan Hasil Belajar para peserta didiknya. Beberapa sekolah terswbut baru akan menyerahkan buku rapot siswa pada Sabtu, 10 Januari.

Mengapa? Tidak lain itu disebabkan oleh pengisian rapot yang harus on line dengan format yang sedikit banyak berbeda dengan apa yang telah guru lakukan selama proses belajar sepanjang semester ganjil lalu. Hal ini dimungkinkan karena format penilaian baru selesai disosialisasikan oleh pihak Dinas Pendidikan kepada guru dan sekolah pada bulan ke lima di semester itu. Sehingga ada ketidak sesuaian antara apa yang telah guru kerjakan di kelas pada penilaian kepada siswanya dengan format yang tersedia. 

Dan karena formatnya dalam bentuk form yang hatus diisi oleh guru secara on line, maka jika guru tidak mengisi form tersebut sesuai dengan format yang tersedia, maka hasil akhir akan gagal. Inilah yang menjadikan seluruh guru harus melakukan 'akrobat' agar buku rapot tersebut dapat sgera dicetak.

Dan selain masalah format tersebut, masih akan ada masalah yang timbul ketika nanti dibagikan kepada orangtua siswa. Mengapa? Tidak lain adalah masalah skala nilai yang juga berubah. Dimana sebelumnya untuk tingkat pendidikan sekolah dasar hingga SMA, kita mengenal angka penilaian dari 1 sampai 10. Dan dalam K-13 skala angka yang ada adalah dari 1-4. 

Inilah yang juga menjari pemantik mengapa pelaksanaan K-13 belum dapat respon positif dari guru yang meski sebagaiannya masih mareba-raba untuk berinternetan dalam mengisi rapot, tetapi juga karena format penilaian yang menghasilkan rapot tersebut baru kelar konsepnya dan  baru selesai disosialisasikan. Maka menjadi wajar...

Jakarta, 4 Januari 2015.

Tidak ada komentar: