Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

18 Desember 2014

Pamer Kehangatan Relasi...

Dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh para siswa, utamanya ketika siswa harus mengikuti kegiatan itu ke luar negeri seperti kegiatan home stay, Misi Budaya, atau ikut serta dalam sebuah turnamen internasional, maka kepada teman guru yang mendampingi akan memiliki tugas tambahan, yaitu sebagai admin untuk sebuah grup di media sosial. Tugasnya sebagai admin tidak lain adalah memberikan kabar reguler tentang kegiatan grup dari hari per hari. Memang tidak ada yang sulit jika seluruh informasi yang ada dimiliki oleh guru. Namun yang menjadi masalah adalah karena ternyata pekerjaan 'tambahan' itu relatif memakan waktu.

Dan saya, sebagai bagian yang menjadi tukang catat dan pendokumentasian seluruh kegiatan sekolah yang diujungnya saya harus membuatkan artikel serta laporan gambar untuk kebutuhan komunikasi di sekolah, tidak terkecuali menjadi anggota grup yang hanya pasif keanggotaannya. Dari sinilah saya memiliki  kesan mendalam tentang betapa para anggota keluarga di rumah begitu rindu ketika anak-anak mereka sedang dalam perjalanan ke luar negeri itu.

Mereka menuliskan nama-nama panggilan kesayangan terhadap anak-anak mereka di halaman grup kami. Mengungkapkan betapa kerinduannya terhadap anak-anaknya itu luar biasa setelah ditinggal. Dan selalu meminta up date kegatan apa saja yang sedang berlangsung. Dan teman saya yang menjadi admin grup, yang juga adalah pendamping bagi kpergian anak-anak itu, mengirimkan beberapa gambar kegiatan yang anak-anak lakukan secara reguler.

Dan ketika beberapa jam kemudian progres kegiatan belum dikirim, maka akan muncul kata-kata atau ungkapan yang bernada penasaran sampai dengan kekawatiran tentang apa yang sedang berlangsung. Sehingga saya menangkap kesan bahwa halaman grup sesungguhnya menjadi bagian dari pamer kehangatan hubungan para orangtua dengan buah hatinya. Dan ini sesuatu yang sah-sah saja.

Tetapi suasana menjadi jauh berbeda sekali ketika rombongan anak-anak itu baru saja mendarat di bandara tanah air. teman kami yang menjadi ketua rombongan menyampaikan berita bahwa mereka telah berada di terminal kedatangan dan sedang proses pengambilan bagasi. Namun di halaman grup berbegai ungkapan penyesalan karena tidak bisa menjemput sendiri anaknya karena ada kesibukan.

"Maaf ya Mbak *i** aku titip **m*. Aku nanti langsung ke rumah Mbak *i**. Masih ada sedikit kerjaan di kantor." Begitu tulis seorang dari anggota grup. Dan seketika itu juga saya merasa mual. 

Jakarta, 17-18 Desember 2014.

Tidak ada komentar: