Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

12 Februari 2014

Membeli Solar Singapura

Beberapa waktu yang lalu, kami harus membeli bahan kabar solar untuk kebutuhan genset kami yang telah dipakai sejak 2003 yang lalu. Kebutuhan yang kami perlukan adalah 5000 liter. Maka seperti biasanya, permohonan segera kami sampaikan kepada pihak Yayasan.

Setelah menemukan provider yang dapat memenuhi kebutahan kami itu, maka datanglah suatu sore truk minyak bakar tersebut di halaman sekolah kami. Ada rasa kagum lahir pada diri saya. Ini karena tidak biasanya sebuah institusi pendidikan membutuhkan solar sebanyak satu truk tangki tersebut. Tetapi dengan kebutuhan yang ada, memang suatu yang biasa. Sangat biasa.

Benar saja. Ketika tangki itu datang di halaman, banyak orang yang menyampaikan perganyaan bernada keheranan. Gerangan untuk apa tangki solar itu datang. Kami jelaskan. Namun justru ada pertanyaan berikut. "Apakah ada tempat yang mampu menampung solar sebanyak itu?"
Penampakan truk solar dan dua ember kelebihannya.

Pertanyaan itu lahir hanya karena selama ini teman kami itu tidak memperhatikan lingkungan kerjanya secara sungguh-sungguh. Sehingga hingga bertahun -tahun bekerja, tidak mengetahui detil lokasi kerjanya sendiri.

Lalu bagaimana dengan asal usul minyak solar yang kami beli itu?

Pada saat Pak Supir dan kernetnya mempersiapkan  selang panjangnya untuk melakukan pengisian solar tersebut, saatnya saya melakukan dialog. Hal ini memang menjadi kegemaran saya untuk mengatahui apa yang terjadi dengan pemindahan solar 5000 liter itu dari tangki di truk ke tangki yang kami punya. Ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama. Sangat singkat.

"Pangkalannya  dimana Pak? Di Prumpung?"

"Bukan Pak. Kami biasa mensuplai solar untuk kebutuhan kapal laut."

"O... Jadi solar ini sudah jalan kemana-mana ya. Awal dari Prumpung lanjut ke lokasi Bapak lalu balik lagi ke Jakarta?"

"Bukan juga Pak. Solar kami impor dari Singapura."

"Singapura?" Terus terang saya kaget atas jawaban tersebut. Jawaban yang sungguh tidak kami harap.

Kaget akan fakta bahwa Indonesia adalah importir solar dari Singapira. Kaget bahwa akal saya sudah tidak normal lagi untuk dapat menerima kanyataan itu. Saya mengeluyur pergi meninggalkan truk tangki solar yang baru kami beli yang berasal dari Singapura!

Jakarta, 11 Februari 2014.

Tidak ada komentar: