Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

23 Februari 2014

Dua Tamu Istimewa Saya

Sebuah Jumat, hanya beberapa menit sebelum shalat Jumat dimulai, ada dua tamu kecil di ruangan kerja saya. Mereka adalah anak-anak didik kami yang memiliki perhatian pada hal tertentu yang baik. Keduanya adalah anak-anak yang akrab mendatangi ruangan saya dan mengajak saya untuk berdiskusi atau sekedar bertukar informasi yang menjadi ketertarikannya.

Anak didik yang kecil, yang duduk di bangku kelas 5 SD, memiliki minat yang begitu besar dan sekaligus mendalam pada keterampilan digital. Termasuk di dalamnya adalah komputer. Maka tidak heran bila dia akan menyarankan kepada saya tentang aplikasi tertentu yang layak untuk saya jadikan pilihan. Namun karena komputer yang saya punya adalah komputer dulu dengan fungsi untuk tulis menulis masalah kantor, jadi saya tidak tertarik akan apa yang menjadi sarannya.

Selain komputer, adalah juga seluler. Perhatian dan kemampuannya dalam dua hal itu yang membuat kami semua takjub. Mungkin karena rasa ingin tahunya yang begitu tinggi, maka anak seusia kelas 5 itu menjadi mahir dalam utak-atik.

Sedang anak didik yang satunya lagi, adalah anak didik kami yang duduk di bangku kelas 9 SMP. Yang adalah pengamat transfortasi. Khususnya jaringan transfortasi darat yang menjadi andalan DKI Jakarta. Termasuk di dalamnya adalah informasi terbaru yang dimilikinya, tentang armada bus gandeng impor dari negeri China, dimana dari bus-bus baru yang yang telah beroperasi di jalanan itu, diantaranya sudah karatan.

Tamu Istimewa

Itulah dua tamu istimewa saya menjelang saat shalat Jumat dimulai. 

"Loh, Pak Agus masih ada tamu?" Kata seorang guru di ruangan saya diikuti oleh tiga guru kelas 1 lainnya. Memang, kami berjanji untuk bertemu sebentar guna membahas waktu pertemuan kami. Dan ketika mereka masuk ruangan saya, mereka sedikit kaget kalau saya masih punya dua tamu yang duduk mengitari meja kerja saya.

"Benar. Kami sedang diskusi masalah komputer dan sekaligus bus gandeng."

Maka dengan bahasa yang baik, saya sampaikan kepada dua tamu istimewa saya itu untuk segera menuju mushola tempat dimana kita akan melaksanakan shalat Jumat. Sehingga memungkinkan kami berdiskusi tentang pengaturan jadwal pertemuan.

Jakarta, 23 Februari 2014.

Tidak ada komentar: