Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

12 Februari 2014

Libur Sekolah karena Hujan

Lagi, bahwa kami harus memulangkan anak-anak sebelum waktu belajar usai. Bukan karena hujan yang menjadi begitu lebat sesungguhnya yang membuat kami membuat keputusan itu. Tetapi lebih karena hujan tersebut benar-benar membuat semua dari kami takut. Takut akan suitnya menembus jalanan saat berkendaraan. Maka pilihan yang diambil adalah meminta anak-anak untuk pulang dan dijemput sebelum jam belajar usai. 

Tetapi muluskah keputusan kami tentang apa yang telah ambil itu? Beberapa bagian dari pihak orangtua siswa sepakat bulat dengan apa yang kami telah putuskan itu. Sebagian lainnya bertanya; "Mengapa harus pulang?"

Atas dasar untuk mengakomodasi apa yang disampaikan oleh kelompok kedua di atas itu, maka kami harus benar-benar mempersiapkan informasi berkenaan dengan cuaca, khususnya yang berdekatan dengan lokasi sekolah kami berada. Termasuk diantara membangun komunikasi dengan teman-teman seperjuangan di sekolah lain.

Bersama dengan teman-teman yang ada di sekolah lain, yang posisinya berbeda dalam radius 5 kilometer dari kami, kami mencoba untuk membangun cara pandang dan suara yang sama. Dan nampaknya, kami memiliki kesamaan pengalaman dalam hal meliburkan sekolah karena hujan. Kesamaan itu sesungguhnya tidak efektif jika dilihat dari sisi operasional. 

Kondisi hujan yang lebat di sekolah pagi hari.
Ketidakefektivan itu antara lain karena riilnya sekolah libur tetapi tidak juga. Misalnya ada kelas yang seharusnya dengan 25 siswa, pada hari itu hanya masuk 10 hingga 15 siswa. Bahkan adayang 7 siswa. Demikian juga guru yang mayoritas mengendarai kendaraan roda 2 dan umum, yang pastinya juga terkendala dengan jalanan yang tergenang atau hujan lebat di pagi hari.
Kondisi jalan akses ke sekolah pada hari yang sama pukul 09.40.

Namun semua itu untuk menghindari pertanyaan orangtua "Mengapa sekolah libur?" Kami, bersama teman-teman bersepakat untuk tetap masuk. Dengan kondisi apapun sekolah tetap masuk. Datang ke sekolah atau tidak, kami kembalikan kepda para orangtua masing-masing.

Jakarta, 6-12 Februari 2014.

Tidak ada komentar: