Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

23 Februari 2014

Buffet Memilih Sederhana?

Apakah dengan tampilan sederhana menjadikan kita tidak berwibawa? Lebih kurang itulah yang saya dapatkan dari kalimat-kalimat motivasi  seorang pimpinan KPK kita, Pak Busro Muqoddas di salah satu rubrik Kompas, 1 Februari 2014, tentang menjalani hidup.

Wibawa? Atau mungkin saya dapat sederhanakan dengan kata lain yang serupa, harga diri. Bagaimana kita sebagai sosok yang dihargai sebagaimana mestinya. Dihargai dengan tidak melihat apa yang sedang saya kenakan, atau bahkan apa yang saya miliki.

Lalu apakah ini tidak bertentangan dengan apa yang saya dapatkan selama ini bahwa ajining rogo ono ing busono? Sebuah istilah yang mengakar kuat pada diri saya. Dinyatakan bahwa harga diri seseorang juga adalah implikasi dari apa yang dikenakannya.

Sederhana

Mungkin sosok ini yang dapat menjadi pembanding disaat sekarang ini.
Inspirasi untuk memilih sederhana ini justru tidak saja datang dari mereka yang memang menjalani hidup dengan begitu-begitu saja meski ditopang dengan kondisi ekonomi yang begitu bagus. Tetapi juga oleh yang saya dapatkan dari berita yang saya follow di twitter. Dan itu menjadi motivasi. Bukan untuk memilih sederhana karena bagi saya pribadi memang harus sederhana mengingat topangan ekonomi yang nyata.

Sekali lagi, memilih sederhana menjadi begitu mudah untuk orang seperti saya. Tapi bagaimana dengan Anda yang terlanjur memiliki apa yang memungkinkan untuk berada pada tataran jauh dari pada lebih? Atau misalnya, Warren Buffett? 

Mungkin itu yang saya dapat petik dari apa yang Pak Busro Muqaddas maksudkan. Allahu a'alam bishawab.

Jakarta, 23 Februari 2014.

Tidak ada komentar: