Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

14 Februari 2015

Teman Lama #2; Bertanya Posisi

Banyak kenangan yang saya alami ketika masa bersama di sebuah lembaga pendidikan masa itu. Sebelas tahun adalah bukan masa yang terlalu pendek untuk sebuah perjalanan karier. Bahkan bukan saja yang berkait dengan profesi yang sama-sama kami jalani, tetapi juga perkembangan cara berfikir tentang transendental. 

Dan kala itu, saya dan kami yang pernah beriringan bersama, merasa dekat justru karena cara fikir dan tindakan kami terasa bersama. Karena itu jugalah maka kami merasa dekat satu sama lainnya. 

Dan sesungguhnya, cara pandang transendental kami hingga sekarang tetap pada koordinat yang relatif tidak berubah jauh hingga kini. Meski diantara kami telah melalui perjalanan dan mengalami peristiwa yang berbeda dan tidak serupa. Tetapi prinsip dasar berfikir kami relatif sama.

Namun demikian, karena respon yang berbeda-beda dari kami kepada apa yang kami lalui sepanjang perjalanan jauh sejak kami tidak dalam satu lembaga lagi dalam menunaikan profesi kegurian kami, maka diujung hari ini, kami telah berada pada domain yang tidak lagi sama. Ada diantara kami yang tetap pada posisinya ketika kami berpisah hampir 20 tahun lalu. Dan ada pula yang selama itu ia telah berevolusi begitu progresif.

Seperti dalam catatan perjalanan Teman Lama saya terdahulu, bahwa apa yang didapat teman-teman saya hari ini, sekarang ini, adalah wujud dari ikhtiar mereka yang istiqomah dan terus - menerus yang penuh kesungguhan. Artinya, teman saya yang di hari ini tetap berada pada titik yang sama ketika kami berpisah 20 tahun lalu, adalah juga hasil dari ikhtiar yang istiqomah dia lakukan secara spartan.

Anehnya, pada saat bertemu setelah berpisah 20 tahun dengan saya, teman saya itu bertanya; "Kapan saya dapat posisi Kepala Sekolah?"

Pertanyaan wajar dan amat sangat lumrah bika itu keluar dari teman dengan semangat berevolusi yang penuh komitmen. Tetapi justru menjadi pertanyaan yang penuh gurau kalau itu datang dari teman lama saya yang tetap melakukan cara-cara mengajar dan mendidik peserta didiknya persis seperti ketika kami berada di lembaga yang sama di 20 tahun lebih yang lalu?

Jakarta, 14.02.2015

Tidak ada komentar: