Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

15 Februari 2015

Kantin Sekolah #4; Piket di Kantin

Beberapa waktu lalu, kebetulan saat saya sedang tidak berada di lokasi sekolah, saya sempat mengirimkan pesan untuk teman-teman yang bertugas di SMP. Pesan yang saya kirim tersebut berkenaan dengan piket kantin yang dilakukan oleh guru. Tentunya pada saat kantin itu ramai dengan anak-anak. Yaitu pada saat waktu istirahat pagi atau istirahat makan siang.

Pesan singkat saya itu sebagai penguatan agar teman-teman tidak sampai melupakan kewajiban yang seharusnya menjadi tanggungjawabnya itu. Ini tidak lain karena kantin adalah tempat berkumpulnya semua siswa saat mereka sarapan dan makan siang. Dan seperti juga pada saat anak-anak berkumpul, maka kantin dapat menjadi lokasi terjadinya bully atau perundungan.

Sebuah budaya yang benar-benar menjadi musuh kami, para guru di lembaga sekolah. Dan memang, kegiatan piket guru diwaktu istirahat sekolah itulah yang menjadi usaha preventif kami akan terjadinya periatiwa tersebut.

Maka untuk alasan itulah saya selalu akan mengingatkan teman-teman agar tidak lupa menemani anak-anak di kantin diwaktu istirahat.

Dan untuk memastikan keberadaan teman-teman yang menjalankan piketnya, saya sering menuju ke kantin di waktu istirahat tersebut. Tidak banyak yang saya lakukan disana. Hanya berkeliling menyapa anak-anak yang sedang antri beli makanan atau yang sedang duduk bergerombol dengan makanan favoritnya masing-masing, atau bahkan sekedar berdiri di pintu masuk kantin sembari menyapa anak-anak satu persatu.

Seperti itu saja yang kami lakukan dengan waktu piket itu. Namun hal sepele itu, harus benar-benar kami jalani dengan sepenuh hati. Karena kami meyakini bahwa perundungan hanya akan terjadi ketika anak-anak tersebut berkumpul tanpa adanya pengawasan dari kami. Semoga.

Jakarta, 15.02.2015.

Tidak ada komentar: