Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

31 Juli 2011

Refleksi Lima Tahun, Agustus 2006-Juli 2011

Keistimewaan saya temukan pada Sabtu tanggal 30 Juli 2011, kemarin. Yang pertama adalah karena hari itu merupakan hari terakhir bagi kami menunaikan tugas setelah pelantikan pada tanggal 17 Agustus 2006, bersamaan, tentunya, dengan upacara bendera tujuhbelasan. Hari kemerdekaan RI. Lima tahun mengemban amanah bersama, tentu suatu hal yang membahagiakan bagi kami para 'pasukan sembilan'. Meski saya adalah bagian kecil dari gerbong tersebut, tetap saya ingin menjadikan hal itu sebagai sebuah kebahagiaan. Wa bil khusus bagi saya pribadi.

Yang kedua, karena hari itu juga saya menemukan bungkusan kado terletak di meja kerja saya. Kado itu langsung saya masukkan ke dalam barang pesanan istri, yang memang telah mewanti-wanti untuk membawa bungkusan yang terdapat di atas meja kerja saya. Jadi ketika menemukan ada bungkusan kado yang lain, saya menagnggapnya itu bagian dari pesanan istri. Jadilah saya langsung memasukkan bungkusan terpisah itu ke dalam plastik titipan istri tanpa terlebih dahulu membaca tulisan yang terdapat pada bungkus kado.

Baru setelah hari menjelang siang dan rapat terakhir kami akan dimulai, ada pesan yang sampai kepada saya agar membawa pulang kado tersebut. Disampaikan juga bahwa kado tersebut berasal dari partner saya yang selama lima (5) tahun ini menjadi teman kerja dan sahabat yang baik bagi saya.

Dan ketika rapat berlangsung, kami menyadari bahwa selama lima tahun ternyata tidak terlalu lama. Saya pribadi merasakan bahwa selama lima tahun itu banyak sekali momen yang tidak saya hadiri atau saksikan. Dan tahu-tahu waktu telah berjalan lima tahun. Waktu yang menjadi durasi bagi kami untuk mengabdi. Dan rapat pada hari itu adalah rapat penutup bagi durasi yang berjarak lima tahun tersebut.

Pernah dalam suatu saat di waktu itu saya menyesali kesanggupan saya untuk ikut serta dalam gerbong 'pasukan sembilan' itu. Karena setelah ikut serta, saya sadar bahwa keberadaan saya dalam gerbong tersebut tidak memberikan warna yang signifikan. Katidak bermaknaan itu mengingat momen yang ada, yang telah mereka disain untuk terjadi, saya berhalangan untuk dapat menghadirinya. Itulah penyesalan saya.

Tetapi, lima tahun telah berakhir pada rapat akhir yang terjadi pada siang itu. Dan saya selain berucap alhamdulillah atas kurang dan mungkin lebihnya, yang telah Allah karuniakan kepada kami, kepada saya. Juga mohon maaf dan ampun atas kekurangan, khilaf, dan kesalahan.

2006-2011.

Tidak ada komentar: